BREAKING NEWS
 

Kurangi Curah Hujan, Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca Di Ibu Kota

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Senin, 18 Agustus 2025 12:24 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem di Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai 17 hingga 21 Agustus 2025. 

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem sekaligus mendukung kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pelaksanaan OMC dilatarbelakangi oleh prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG. 

Baca juga : Sering Bikin Celaka, Dishub DKI Evaluasi Separator Di Koridor 9 Transjakarta

“Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus, oleh karena itu OMC akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2025,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Isnawa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah mitigasi proaktif. OMC dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak. 

Adsense

“OMC merupakan bentuk mitigasi proaktif dan antisipasi dari pemerintah daerah,” kata Isnawa.

Baca juga : Peringat HUT ke-80 RI, Pemprov DKI Bakal Gelar Karnaval Budaya Saat Car Free Day

OMC ini terselenggara berkat kolaborasi sinergis antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, BMKG, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). 

Dari sisi teknis meteorologi, BMKG menjelaskan adanya faktor atmosfer yang berpotensi menimbulkan hujan di wilayah Jabodetabek. Fahim dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG menyampaikan, MJO aktif di Fase 2 (Samudra Hindia Bagian Barat), 

Dia juga menambahkan, kondisi atmosfer saat ini masih memungkinkan munculnya awan hujan. Potensi gelombang low frequency dan Kelvin, serta OLR negatif di wilayah Jawa Bagian Barat, berpotensi menjadi indikator masih adanya potensi hujan di sebagian wilayah Jabodetabek.

Baca juga : Cegah Karhutla, APP Group Dukung Operasi Modifikasi Cuaca Di Jambi Dan Sumsel

“Secara umum wilayah Jabodetabek memiliki kelembaban yang berkisar antara 40 sampai 100 persen pada lapisan 925–500 hPa. Labilitas atmosfer menunjukkan kondisi massa udara labil lemah dan potensi konveksi sedang,” jelas Fahim.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengatakan pihaknya fokus pada area strategis yang menjadi pusat upacara kenegaraan. 

“Prioritas utama kami adalah memastikan area pusat perayaan, khususnya di sekitar Istana Merdeka dan Monas, tetap kondusif, dan bebas dari hujan lebat selama upacara berlangsung,” kata Budi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense