BREAKING NEWS
 

Gubernur Pramono Dorong Percepatan Pembentukan Aglomerasi Jabodetabekjur

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Kamis, 28 Agustus 2025 19:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri kick off Panitia Antarkementerian/Non-Kementerian (PAK) Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Pramono menegaskan pentingnya percepatan pembangunan kawasan aglomerasi Jakarta dan sekitarnya agar pertumbuhan tidak hanya dirasakan oleh Ibu Kota, tetapi juga kota-kota penyangga.

Acara ini diikuti pimpinan daerah dari Banten, Jawa Barat, serta bupati dan wali kota se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur). Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa pembangunan kawasan aglomerasi memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional.

Baca juga : Gubernur Pramono: Lomba HANJABA 2025 Dorong Anak Jakarta Jadi Generasi Literasi

“Kawasan ini menyumbang lebih dari 25 persen PDB nasional. Pada semester pertama tahun ini saja, kontribusinya sudah mencapai 16,61 persen. Peran Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Cianjur juga sangat besar dalam perekonomian nasional,” ujar Pramono dalam keterangan resmi, Kamis (28/8/2025).

Adsense

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta kini berstatus sebagai daerah khusus dengan kedudukan sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global. Oleh karena itu, ia menekankan kalau Jakarta tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama dengan kota penyangga agar aglomerasi bisa benar-benar terwujud.

Pramono juga menyampaikan langkah yang telah dilakukan Jakarta, seperti pembukaan layanan Transjabodetabek untuk memperkuat transportasi antarwilayah. Hasilnya, tingkat kemacetan di Jakarta menurun, yang terlihat dari survei TomTom Traffic Index menunjukkan bahwa Jakarta sudah tidak termasuk dalam 10 besar kota termacet di dunia.

Baca juga : Gelar Teatrikal, Iwakum Minta MK Pertegas Aturan Perlindungan terhadap Wartawan

Selain soal transportasi, Pramono juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan seperti udara, air, dan limbah agar pembangunan berjalan lebih berkelanjutan.

“Setiap hari ada 4,4 juta orang yang keluar-masuk Jakarta, ditambah hampir 11 juta penduduk yang tinggal di kota ini. Jika tidak diatur dengan baik, ini bisa menjadi masalah besar ke depan,” jelas Pramono.

Ia turut menyoroti penggunaan transportasi umum. Walaupun konektivitas transportasi di Jakarta sudah mencapai 91 persen, jumlah pengguna transportasi publik masih di bawah 24 persen.

Baca juga : Marina Beauty Journey 2025, Dorong Perempuan Indonesia Temukan Potensi Terbaik

“Jakarta tidak bisa maju sendirian. Kota-kota penyangga juga harus ikut maju. Karena itu, masyarakat perlu lebih banyak beralih ke transportasi umum agar Jakarta semakin baik,” pungkasnya. (Magang/Alfira Dhian Ramadhani Daerlam)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense