RM.id Rakyat Merdeka - Perbaikan halte bus Transjakarta di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, yang rusak akibat kerusuhan pada akhir Agustus lalu, masih dalam perbaikan. Namun, halte tersebut kini sudah beroperasi melayani penumpang. Masyarakat gembira bisa mengakses kembali fasilitas tersebut.
Api pernah menjilat tiang-tiang halte ini. Menyeruakkan bau hangus. Menusuk lubang hidung orang-orang yang berada di dekatnya, pengujung Agustus lalu.
Halte bus Transjakarta yang sekarang bernama Halte Senayan Bank Jakarta ini, merupakan salah satu korban bisu amukan massa. Kacanya pecah, cat mengelupas, tiang-tiangnya gosong. Akibat dibakar perusuh pada penghujung Agustus 2025.
Seiring perbaikan, halte ini bersalin nama. Pergantian nama ini, seolah menjadi simbol kelahiran kembali setelah tragedi. Dahulu bernama Halte Senayan Bank DKI. Kini, Halte Senayan Bank Jakarta.
Baca juga : Usut Duit Korupsi Pengadaan Iklan BJB Untuk Pilkada, KPK: Follow The Money
“Saya baru tahu namanya diganti,” kata Ahmad Hartono, warga Jakarta yang sesekali naik bus Transjakarta untuk bekerja.
Pada Kamis (11/9/2025) pagi, saat Rakyat Merdeka mengunjungi halte ini, kondisinya sudah membaik. Meski belum sepenuhnya pulih. Pintu tap in kembali berbunyi, “silakan masuk.” Pintu tap out kembali bersuara, “terima kasih.” Seolah menandai detak kehidupan kota yang normal lagi.
Orang-orang berbaris, bergegas masuk. Seolah ingin menegaskan, Jakarta tak bisa lama-lama berhenti. Salah satu pengguna halte ini, Siti Apriliawati (27) bercerita, seminggu penuh ia naik mass rapid transit (MRT) setelah kerusuhan.
“Begitu halte ini buka lagi, saya langsung kembali naik Transjakarta,” ucap pemudi yang bekerja di Sudirman Central Business District (SCBD) ini, dengan mimik yang lega.
Baca juga : Tuding Pemain Italia Hina Pemainnya, Timnas Israel Lebay!
Namun, seperti luka yang belum sepenuhnya pulih, mushalla kecil di halte ini belum bisa digunakan. Memang, perbaikan halte-halte yang dirusak para perusuh, termasuk halte Senayan Bank Jakarta, dilakukan secara bertahap.
Sedangkan toilet sudah dapat digunakan, memberi kenyamanan tambahan bagi penumpang bus yang naik atau turun di halte ini.
Beberapa ratus meter dari sana, Halte Polda Metro Jaya masih sepi. Di sini, cat baru masih menebar aroma tajam, seusai perbaikan akibat aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan.
Saat kerusuhan pada 29 Agustus lalu, 22 halte TransJakarta dirusak perusuh. Enam di antaranya dibakar. Dampaknya, ribuan pengguna terpaksa mencari angkutan publik alternatif selama beberapa hari.
Baca juga : Ranking Aldila Melorot, Janice Merangkak Naik
Meski akhirnya beroperasi lagi, Pemprov DKI sempat menurunkan tarif Transjakarta menjadi Rp 1, sebagai langkah pemulihan psikologis sekaligus teknis.
Kebijakan ini hanya berlangsung seminggu. Tarif normal, Rp 3.500, berlaku kembali mulai Senin (8/9/2025). “Saya bersyukur, tidak lebih dari tujuh hari, semua kembali normal. Hari ini, tarifnya juga normal kembali,” ucap Gubernur Jakarta Pramono Anung di Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat.
Jantung Jakarta kembali berdenyut. Antrean penumpang, deru bus biru, dan wajah-wajah lelah yang kembali tersenyum, menjadi bukti: kota ini bisa jatuh, tapi selalu tahu cara kembali bangkit. [RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.