RM.id Rakyat Merdeka - Kesibukan tiba-tiba meningkat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025) siang.
Banyak mobil, bukan ambulans, berhenti di depan IGD. Para sopir dan penumpang mobil-mobil itu menurunkan orang-orang terluka. Terluka di kepala, wajah, kaki, tangan atau bagian tubuh lainnya.
Kepanikan tampak dari wajah dan bahasa tubuh para sopir dan penumpang. Para dokter dan perawat bergegas menangani orang-orang terluka yang diturunkan dari mobil-mobil tersebut.
Baca juga : Bupati Ponorogo Tersangka Tiga Klaster Kasus Korupsi
Hingga akhirnya, para dokter dan perawat mengetahui, orang-orang terluka ini adalah para korban ledakan saat khutbah shalat Jumat di masjid Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Di antara orang-orang yang terluka itu, ada juga yang tidak sadarkan diri. Darah mengalir dari beberapa bagian tubuh mereka, membasahi kasur pasien. Menetes ke lantai Instalasi Gawat Darurat.
Berdasarkan laporan videografer Rakyat Merdeka, peningkatan kesibukan di IGD RS Islam Jakarta, tampak jelas hingga malam hari. Dokter dan perawat menangani mereka yang terluka.
Baca juga : 17 Wasit Dan Bos Klub Ditangkap, Krisis Moral Sepak Bola Turki
Sejumlah orang yang pakaiannya bertuliskan Dokpol (Kedokteran Kepolisian) sibuk mendata para korban. Sejumlah pria berseragam TNI pun wara-wiri mencatat mereka yang terluka parah maupun ringan.
Sejumlah perawat, menggunakan tempat tidur beroda, membawa sejumlah korban ke ambulans. Para tenaga kesehatan itu membawa sejumlah korban ke rumah sakit lain. Ambulans meluncur. Bunyi sirinenya meraung-raung saat keluar dari gerbang rumah sakit.
Sore harinya, sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad keluar dari lobby Rumah Sakit Jakarta. Menurut Dasco, empat orang harus dioperasi akibat ledakan di masjid SMAN 72.
Baca juga : WTA Finals, Elena Rybakina Kalahkan Sabalenka
Keesokan harinya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan resmi tentang perkembangan data jumlah korban ledakan tersebut.
Menurut Kapolri, hingga Sabtu (8/11/2025), jumlah korban sebanyak 96 orang. 29 di antaranya, masih menjalani perawatan. Di RS Islam Jakarta 14 orang, di RS Yarsi 14 dan di RS Pertamina satu orang. Sisanya sudah boleh pulang, namun harus berobat jalan ke rumah sakit.
Di antara 29 orang yang masih dirawat di rumah sakit, menurut Kapolri, dua orang harus menjalani perawatan intensif diruang Intensive Care Unit (ICU).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.