BREAKING NEWS
 

Jakarta Diguyur Curah Hujan Level Tinggi

Petugas Rumah Pompa Diingatkan Selalu Siaga

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Rabu, 21 Januari 2026 06:25 WIB
Para pengendara mendorong motornya yang mogok saat banjir di sekitar Jalan Jembatan Tiga Raya, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hingga akhir Januari 2026, lima kota administrasi di Jakarta akan dominan mengalami hujan pada kategori tinggi, yakni 300-500 milimeter (mm) per bulan. Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menyiagakan petugas dan rumah pompa.

Berbeda dengan lima wilayah itu, Kepulauan Seribu, satu-satunya kabupaten administrasi di Jakarta, diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori menengah, yakni 100-300 mm per bulan. 

Untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DPRD DKI) Jakarta Yuke Yurike meminta Pemprov DKI menyiagakan sejumlah tim di setiap wilayah. 

Tugas utama tim, memastikan rumah pompa berfungsi secara optimal. Sehingga, pencegahan banjir dapat tertangani dengan cepat, tepat dan efisien. 

Baca juga : Marseille Vs Liverpool, Duel Menuju 16 Besar

“Tim yang bertugas harus siaga mengecek berkala rumah pompa. Jangan sampai ada kendala saat dibutuhkan,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, Minggu (11/1/2026). 

Selain itu, dia meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengecek secara berkala tanggul dan turap di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Sebab, area tersebut merupakan wilayah rawan longsor. “Harus dicek antisipasinya seperti apa, mungkin harus diturap sementara. Karena, ngeri kalau tiba-tiba longsor,” ujarnya. 

Yuke mengakui, Pemprov DKI telah berupaya memaksimalkan seluruh infrastruktur kota untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Salah satunya, menyiagakan pompa-pompa di berbagai lokasi strategis. 

Adsense

Dia berharap, seluruh tim yang bertugas, dapat bekerja secara optimal, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. “Petugas dan alat-alatnya harus siap siaga. Ini semua sudah men jadi perhatian Gubernur,” tandasnya. 

Baca juga : Tanpa Ampun, Fajar/Fikri Libas Ganda Putra Taiwan

Yuke juga mendorong Pemprov DKI berkolaborasi lintas sektor untuk menghadapi banjir rob saat terjadi fenomena supermoon. “Supermoon bukan sekadar fenomena biasa. Dulu mungkin setahun sekali. Sekarang bisa berkali-kali,” ucap dia. 

Selain berpotensi terjadi peningkatan rob, fenomena ini juga menimbulkan dampak cuaca lainnya, seperti angin puting beliung. Karena itu, pemantauan dan tindakan pencegahan dinilai sangat penting. “Kondisi bangunan yang rawan rusak karena angin puting beliung, dan pohon-pohon harus dicek, di antisipasi,” pinta Yuke. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, Pemprov DKI secara rutin memantau perkembangan cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem. “Pemerintah DKI selalu memonitor info dari BMKG hari demi hari,” ujar Pram di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026). 

Menurut Pram, langkah ini menjadi kunci utama dalam penanganan banjir di Jakarta. Dia menegaskan, pengalaman sebelumnya menunjukkan, tindakan pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. 

Baca juga : Update Kecelakaan ATR 42-500, Korban Ke-2 Ditemukan Di Tebing Terjal

“Sebenarnya, beberapa kali curah hujan tinggi sekali. Tapi kami melakukan modifikasi cuaca, dan menyiapkan pompa. Begitu hujan, tak sampai satu jam sudah kering kembali,” jelasnya. 

Pram menambahkan, pengalaman tersebut menjadi dasar untuk terus mengambil langkah serupa ke depannya. Ia memastikan, modifi kasi cuaca akan kembali dilakukan apabila kondisi memang mengharuskannya. 

Selain curah hujan, Pram juga menyinggung fenomena rob atau pasang air laut yang sempat meningkat beberapa hari lalu. Namun, kesiapan infrastruktur pompa air dinilai mampu mengatasi potensi genangan akibat rob tersebut. 

Pram menjelaskan, Pemprov DKI mengoperasikan 1.200 unit pompa air yang terdiri dari pompa stasioner dan pompa mobile. “600 stasioner, 600 mobile. Itulah yang kami gunakan untuk mengatasi kalau terjadi banjir apa pun,” tandasnya. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense