BREAKING NEWS
 

Jumlah Warga Yang Komplain Tak Banyak

Penerimaan Siswa Baru Di Jakarta Berjalan Baik

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Kamis, 2 Juli 2026 06:25 WIB
Orang tua calon Siswa berkonsultasi dengan petugas di Posko Pelayanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 70 Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memantau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 Tahap I di Jakarta berjalan cukup baik. Dinas Pendidikan (Disdik) diharapkan konsisten menjalankan kinerja.

Hasil pantauan tersebut disampaikan Ketua Komisi E Jakarta M. Subki. Meski sempat muncul keluhan terkait pergeseran hasil seleksi, menurut Subki, proses penerimaan masih berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku. 

Dia mengatakan, pergeseran hasil seleksi merupakan hal yang wajar, karena penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah komponen, mulai dari nilai rapor, prestasi hingga Tes Kemampuan Akademik (TKA). “Komplainnya juga tidak terlalu banyak. Artinya, sejauh ini pelaksanaannya cukup baik,” ujar Subki, Senin (29/6/2026). 

Memasuki pelaksanaan SPMB Tahap II, Subki meminta Disdik DKI Jakarta konsisten menjalankan seluruh mekanisme seleksi sesuai aturan. 

Menurutnya, konsistensi dalam menerapkan setiap jalur penerimaan, menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses SPMB. 

Baca juga : Spain Vs Austria, Benteng Matador Diuji Para Pemuda

“Mungkin masih ada kekurangan, tapi aturan yang sudah disepakati harus dipahami dan diterapkan secara konsisten, baik jalur prestasi, domisili maupun jalur lainnya,” ingat Subki. 

Subki juga menyoroti pelaksanaan Program Sekolah Swasta Gratis (SSG) yang kini telah mencakup 103 sekolah di Jakarta. Dia mengakui, masih menerima laporan tentang adanya biaya pendaftaran di sejumlah sekolah, terkait program ini. 

Namun, hal itu terjadi karena dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum dicairkan. “Kami sudah meminta Dinas Pendidikan meluruskan persoalan ini, dan memberikan kepastian kepada pihak sekolah,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. 

Adsense

Menurut Subki, Disdik telah memastikan, seluruh sekolah swasta yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan tercantum dalam Surat Keputusan (SK) program SSG akan menerima pencairan dana. “Jangan khawatir. Semua sekolah yang sudah masuk dalam SK, Insya Allah dananya akan cair,” janjinya. 

Sementara itu, Posko SPMB di berbagai wilayah terus memberikan pendampingan kepada masyarakat selama proses penerimaan murid baru berlangsung. 

Baca juga : Meksiko Taklukkan Ekuador 2-0, El Lobo Patahkan Kutukan 4 Dekade

Di Jakarta Selatan, Posko SPMB yang berada di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 70, telah menangani 1.294 aduan masyarakat. 

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Rosmiati mengatakan, mayoritas aduan berkaitan dengan kendala teknis pendaftaran secara daring, verifikasi dokumen prestasi, hingga konsultasi administrasi kependudukan. 

“Kami memastikan, seluruh aduan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, baik kendala teknis maupun administrasi,” ujarnya. 

Selain melayani tatap muka, Posko SPMB juga membuka layanan melalui WhatsApp, telepon, Instagram hingga siaran langsung TikTok. Dalam sehari, layanan WhatsApp menerima sekitar 400 hingga 500 pesan. Sementara warga yang datang langsung ke posko mencapai 100-150 orang. 

Hal senada dilakukan Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat. Sejak dibuka pada 20 Mei, Posko SPMB di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 14 Johar Baru telah melayani 583 aduan masyarakat. 

Baca juga : Kemlu Pastikan WNI Aman, Siagakan Layanan Hotline

Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Pusat Ferizon Bakwan Ginting mengatakan, sebagian besar aduan terkait pembuatan akun SPMB, verifikasi data kependudukan, serta dokumen prestasi. 

Untuk mempermudah layanan, pihaknya juga membuka konsultasi melalui media sosial, WhatsApp dan telepon. “Dalam sehari, sekitar 60 hingga 100 warga memanfaatkan layanan live media sosial sehingga tidak perlu datang langsung ke posko,” kata Ferizon. 

Dia menambahkan, SPMB 2026 di wilayah Jakarta Pusat II menyediakan 14.127 kursi pada 115 sekolah negeri, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu, terdapat 24 sekolah swasta yang ikut dalam Program Sekolah Swasta Gratis, dengan total 347 kursi. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense