Dark/Light Mode

Kemhan Hentikan Latihan Militer Pengelola Kopdes, Diganti Dengan Bela Negara

Rabu, 1 Juli 2026 07:50 WIB
Sejumlah siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti program Latihan Bela Negara dan Manajerial calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pusdikkes Puskesad Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz)
Sejumlah siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti program Latihan Bela Negara dan Manajerial calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pusdikkes Puskesad Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah 5 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memutuskan mengganti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dengan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Perubahan dilakukan agar lebih sesuai dengan kebutuhan calon pengelola koperasi yang akan bertugas membangun ekonomi desa dan masyarakat pesisir. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program. 

Baca juga : Nadiem Korupsi Terencana, Terstruktur Dan Sistematis

“Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” kata Rico dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin. 

Rico menegaskan, berbagai materi yang bersifat taktis dan teknis kemiliteran akan dikurangi. Latihan menembak yang sebelumnya sempat diberikan dipastikan dihentikan. 

Aktivitas fisik juga akan disesuaikan dengan kondisi peserta yang seluruhnya berasal dari kalangan sipil. 

Baca juga : Sidang Sudewo Ricuh, KPK Ajak Publik Jaga Kondusivitas

Menurut Rico, fokus pelatihan kini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial. Tujuannya, agar peserta siap menjalankan tugas sebagai pengelola koperasi setelah menyelesaikan pendidikan. 

Perubahan skema pelatihan ini dilakukan setelah 5 peserta meninggal dunia selama mengikuti program Latsarmil.

Mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. 

Baca juga : Bambang Rukminto: Hasil Survei Harus Dibaca Dengan Indikator Lainnya

Sebelumnya, pada Senin (29/6/2026), Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan, pemerintah tetap mempertahankan materi pembekalan mental, ideologi, dan komitmen kebangsaan bagi para pengelola KDMP dan KNMP. 

Ia menegaskan, seluruh materi pelatihan tetap berjalan meski pemerintah melakukan evaluasi pascainsiden yang menewaskan lima peserta. Mengenai kemungkinan adanya materi yang dihapus atau diganti, Juri menyebut hal tersebut menjadi kewenangan penyelenggara pelatihan. 

“Secara teknis tentu nanti teman-teman di sana yang lebih paham. Pasti akan ada penyesuaian,” katanya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.