BREAKING NEWS
 

Dewan Rampungkan Raperda Sistem PanganĀ 

Pelaku Usaha Makanan Wajib Kelola Sampah

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 2 Agustus 2026 06:25 WIB
Warga menggunakan kompos untuk tanaman hasil dari pengelolaan sampah organik rumahan program Kompos Keliling (KomLing). (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

 Sebelumnya 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, sisa makanan bukan hanya persoalan pemborosan pangan, tapi menjadi penyumbang utama timbulan sampah di Jakarta. 

Menurutnya, pengurangan sampah makanan dari rumah tangga, restoran, hotel, katering, dan berbagai kegiatan usaha akan sangat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah kota. 

“Upaya ini harus dilakukan sejak dari sumber, agar makanan yang masih bernilai, tidak langsung berakhir menjadi sampah,” ujarnya, Jumat (24/7/2026). 

Baca juga : Petinggi Bola Korsel Diganyang Parlemen

Dudi menjelaskan, Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari. Hampir separuhnya merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan. 

Karena itu, menurutnya, pengurangan sisa pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan belanja, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga pemanfaatan kembali makanan yang masih layak konsumsi. 

Dudi menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi langkah penting agar pengurangan sisa pangan tidak hanya menjadi gerakan lingkungan, tapi juga bagian dari strategi efisiensi usaha, penguatan ketahanan pangan, dan pengurangan beban pengelolaan sampah Jakarta. 

Baca juga : MotoGP Mandalika Bidik Rekor Baru Efek Ekonomi

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, penyusunan Raperda Penyelenggaraan Sistem Pangan juga diarahkan untuk menjawab persoalan hilangnya pangan dalam rantai distribusi maupun konsumsi. 

Dia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap tahun sekitar 23 juta hingga 48 juta ton pangan hilang atau terbuang di Indonesia, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp 511 triliun. 

Hasudungan bilang, keberhasilan membangun sistem pangan yang berkelanjutan, membutuhkan partisipasi seluruh pihak. 

Baca juga : Situasi Global Suram, Presiden Bilang Tak Usah Takut

“Setiap upaya mengurangi sisa pangan akan berdampak besar terhadap ketahanan pangan, sekaligus membantu mengurangi sampah di Jakarta,” tandasnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense