Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- HUT ke-61 IKPI Hadirkan 11 Kegiatan, Jalan Sehat Jadi Magnet Ribuan Peserta
- PSSI Siapkan 254 Tiket Suporter Buat Laga Tandang Lawan Singapura
- Nazriel Tak Mau Cepat Puas, Bidik Final Bersama Persib
- Bekal Lawan Vietnam, Herdman Puji Mental Baja Timnas
- Real Madrid Buang Keunggulan, Ditahan Fiorentina 2-2
Dewan Rampungkan Raperda Sistem PanganĀ
Pelaku Usaha Makanan Wajib Kelola Sampah
Minggu, 2 Agustus 2026 06:25 WIB
Sebelumnya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, sisa makanan bukan hanya persoalan pemborosan pangan, tapi menjadi penyumbang utama timbulan sampah di Jakarta.
Menurutnya, pengurangan sampah makanan dari rumah tangga, restoran, hotel, katering, dan berbagai kegiatan usaha akan sangat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah kota.
“Upaya ini harus dilakukan sejak dari sumber, agar makanan yang masih bernilai, tidak langsung berakhir menjadi sampah,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Baca juga : Petinggi Bola Korsel Diganyang Parlemen
Dudi menjelaskan, Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari. Hampir separuhnya merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.
Karena itu, menurutnya, pengurangan sisa pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan belanja, penyimpanan, pengolahan, penyajian, hingga pemanfaatan kembali makanan yang masih layak konsumsi.
Dudi menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi langkah penting agar pengurangan sisa pangan tidak hanya menjadi gerakan lingkungan, tapi juga bagian dari strategi efisiensi usaha, penguatan ketahanan pangan, dan pengurangan beban pengelolaan sampah Jakarta.
Baca juga : MotoGP Mandalika Bidik Rekor Baru Efek Ekonomi
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, penyusunan Raperda Penyelenggaraan Sistem Pangan juga diarahkan untuk menjawab persoalan hilangnya pangan dalam rantai distribusi maupun konsumsi.
Dia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap tahun sekitar 23 juta hingga 48 juta ton pangan hilang atau terbuang di Indonesia, dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp 511 triliun.
Hasudungan bilang, keberhasilan membangun sistem pangan yang berkelanjutan, membutuhkan partisipasi seluruh pihak.
Baca juga : Situasi Global Suram, Presiden Bilang Tak Usah Takut
“Setiap upaya mengurangi sisa pangan akan berdampak besar terhadap ketahanan pangan, sekaligus membantu mengurangi sampah di Jakarta,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya