BREAKING NEWS
 

Jembatan Taman Apung Dekat Kota Tua Rusak

Bahaya Nih, Pengunjung Rawan Tercebur Ke Kali

Reporter : EDY BURNAMA
Editor : DAUD FADILLAH
Senin, 3 Agustus 2026 06:25 WIB
Salah satu jembatan menuju Taman Apung Kali Besar, Jakarta Barat, bolong. Pelat besi lantainya tidak ada. (Foto: Edy Burnama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah jembatan menuju Taman Apung Kali Besar, Jakarta Barat, mengalami kerusakan serius. Pelat besi pijakan hilang hingga menyisakan lubang yang berpotensi membuat pengunjung tercebur ke Kali Besar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyarankan menutup sementara taman itu untuk mencegah jatuhnya korban.

Taman Apung Kali Besar dibangun Pemerintah Pemprov DKI pada Agustus 2016. Taman tersebut mulai dibuka untuk umum pada Juli 2018. 

Ruang publik ini berada di dekat kawasan wisata Kota Tua. Kota Tua berada di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. 

Namun, Taman Apung masuk ke wilayah Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Kali Besar Barat, Pinangsia, Taman Sari. 

Saat ke Taman Apung pada Sabtu (1/8/2026), videografer Rakyat Merdeka melihat ada delapan jembatan untuk turun ke Taman Apung Kali Besar yang letaknya lebih rendah dari Jalan Kali Besar Barat. 

Empat jembatan berada di depan Hotel House of Tugu. Empat lagi berada di sisi lain Kali Besar, tepatnya di depan Gedung Toko Merah. 

Baca juga : Turnamen Uji Coba Pra Musim, Inter Kalahkan City

Di beberapa jembatan, anak tangga terbawahnya tampak tidak pas turun ke Taman Apung. Malah ada anak tangga yang langsung masuk ke dalam air Kali Besar. Kondisi tersebut sangat menyulitkan pengunjung untuk turun ke Taman Apung. 

Bahkan, beberapa pelat besi untuk pijakan pengunjung di salah satu jembatan, sudah tidak ada. Sehingga, pengunjung yang nekat melintasinya, berpotensi tercebur ke Kali Besar. 

Satu jembatan yang lantainya sudah bolong-bolong ini, berada di depan Hotel House of Tugu. Di seberang gedung Toko Merah. 

Dalam kondisi demikian, tidak ada satu orang pun yang turun untuk menikmati ruang publik tersebut pada sore itu. Suasananya sepi banget. 

Suasananya sangat kontras dengan kawasan wisata Kota Tua yang ramai pengunjung pada akhir pekan lalu. Padahal, Taman Apung berada di dekat Kota Tua. 

Adsense

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Bun Joi Phiau menyarankan Pemprov DKI segera menutup sementara akses menuju Taman Apung. 

Baca juga : Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara

Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar mengganggu estetika kawasan Kota Tua. Tetapi, sudah membahayakan keselamatan masyarakat yang berkunjung. 

Dia juga mengingatkan masyarakat, jangan nekat melintasi jembatan tersebut, karena berisiko terperosok ke Kali Besar. 

Bun mengingatkan, kawasan Kali Besar merupakan salah satu ikon revitalisasi Kota Tua yang selama ini dipromosikan sebagai ruang publik yang ramah bagi pejalan kaki. 

Karena itu, menurut Bun, kondisi tersebut mencoreng citra kawasan wisata bersejarah tersebut. “Saya sangat prihatin,” kata Bun kepada Rakyat Merdeka, Minggu (2/8/2026). 

Bun meminta Organisasi Perangkat Daerah terkait, baik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta maupun suku dinas yang membawahi kawasan Kota Tua, segera menutup sementara jembatan yang rusak, sambil menunggu proses perbaikan. 

“Penutupan sementara dengan memasang garis pembatas dan tanda peringatan yang jelas, jauh lebih murah dan cepat dibanding menunggu terjadinya kecelakaan lebih dulu, baru bertindak,” ingat politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini. 

Baca juga : Israel Terus Bom Gaza, Perdamaian Cuma Ilusi

Selain perbaikan jembatan yang rusak, Bun juga meminta dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh jembatan dan fasilitas pejalan kaki di kawasan Taman Apung maupun Kali Besar. 

Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan tidak ada titik lain yang mengalami kerusakan serupa, atau berpotensi menjadi sasaran pencurian material. 

Bun menjelaskan, dugaan pencurian material fasilitas umum, bukan pertama kali terjadi di Jakarta. Karena itu, pengawasan rutin fasilitas publik, perlu diperkuat melalui patroli petugas keamanan serta koordinasi dengan aparat Kepolisian, apabila ditemukan indikasi pencurian aset Provinsi DKI Jakarta. 

Dia juga mendorong Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi desain maupun material pijakan jembatan, agar tidak mudah dibongkar atau dicuri. 

Menurut Bun, penggunaan material yang lebih kuat dan sulit dilepas tanpa peralatan khusus, akan lebih efektif melindungi aset publik yang dibangun menggunakan anggaran daerah. 

“Fasilitas publik yang sudah dibangun dengan anggaran daerah, jangan terus-menerus menjadi sasaran kelalaian pengawasan maupun aksi pencurian,” tutupnya. [EDY/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense