Dark/Light Mode

Diminta Damaikan Hubungan Korsel & Korut, Prabowo Dihormati Di Luar Negeri

Minggu, 2 Agustus 2026 07:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bukan hanya disegani di dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto kini makin dihormati di luar negeri. Buktinya, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta Prabowo menjadi mediator untuk membuka dialog dengan Korea Utara

Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat bertemu para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden sempat membocorkan isi pembicaraannya saat berkunjung ke Seoul dan bertemu Presiden Lee, awal April 2026. 

"Kunjungan saya terakhir di Korea Selatan, Presiden Korea Selatan minta kepada saya, bisa nggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog," kata Prabowo. 

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku langsung menyanggupi permintaan tersebut apabila memang dibutuhkan. "Oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau Yang Mulia minta saya ke Korea Utara, saya akan berangkat," jelasnya. 

Menurut Prabowo, kepercayaan itu muncul karena Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Baca juga : 490 Daerah Sulit Bayar Gaji Pegawai, Purbaya Siap Top Up

"Indonesia dianggap tidak memiliki kepentingan mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun. Itu yang kita pegang teguh," tandasnya. 

Kepercayaan dunia terhadap Indonesia itu, lanjut Prabowo, sejalan dengan arah politik luar negeri yang dibangunnya sejak awal masa pemerintahan. Yakni menjalin hubungan baik dengan semua negara, terutama negara-negara tetangga. 

"Saya juga sudah kumandangkan dari awal saya dilantik, bahwa politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangga yang baik," ucapnya. 

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengedepankan dialog, rekonsiliasi, dan pendekatan damai dalam membangun hubungan antarnegara. "Saya berusaha ingin memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi. Saya berusaha untuk memberi pendekatan," tegasnya. 

Pakar Hubungan Internasional Universitas Paramadina Mohammad Riza Widyarsa menilai, Indonesia memang memiliki peluang menjadi jembatan dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara. Menurutnya, posisi itu didukung hubungan diplomatik Indonesia yang selama ini terjaga baik dengan kedua negara. 

Baca juga : Buntut Kekeringan, Warga Mulai Kekurangan Air Bersih

"Meski hubungan bilateral Indonesia dan Korut tidak sekomprehensif hubungan Indonesia dengan Korsel atau negara-negara lain, Pyongyang memandang Indonesia sebagai negara yang bersahabat," tutur Riza kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Riza menambahkan, sebagai sesama negara middle power, Indonesia dan Korea Selatan memiliki peluang memperkuat kerja sama strategis apabila proses dialog dengan Korea Utara dapat difasilitasi dengan baik. Peran tersebut juga bisa menjadi momentum mempererat kembali hubungan bilateral Indonesia-Korea Selatan. 

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir hubungan kedua negara sempat mengalami dinamika. Antara lain terkait proyek pengembangan pesawat tempur KF-21 dan pembatalan pengadaan kapal selam kelas Jang Bogo tahap kedua oleh Kementerian Pertahanan. 

"Ini juga bisa menjadi bagian dari upaya Seoul memperluas kolaborasi dengan negara-negara yang berpotensi membantu menciptakan komunikasi dengan Korea Utara, tapi selama ini belum dimanfaatkan secara optimal," ujarnya. 

Diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan bertemu Presiden Lee Jae-myung di Blue House, Seoul, pada Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat meningkatkan hubungan bilateral menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership atau Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. 

Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Republik Korea Lee Jae Myung. (Foto: BPMI Setpres)

Baca juga : Kasus Dugaan TPPU Febrie, LPSK Telaah Permohonan Perlindungan Saksi FYH

Kepala Negara meyakini, peningkatan status hubungan tersebut menjadi tonggak baru kerja sama kedua negara. Menurutnya, Indonesia dan Korea Selatan memiliki banyak kesamaan sejarah serta kepentingan strategis. 

Sementara itu, Presiden Lee Jaemyung mengatakan kemitraan strategis dengan Indonesia mencakup penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi, industri pertahanan, inovasi teknologi, hingga pertukaran budaya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.