RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai rasional usulan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat, agar pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jakarta digelar dua kali dalam sepekan. Meski begitu, mantan Sekretaris Kabinet ini tidak mau buru-buru memutuskannya karena membutuhkan kajian yang lebih matang.
Pram telah membaca usulan tersebut. Menurutnya, gagasan untuk menambah pelaksanaan CFD menjadi dua kali dalam sepekan, Sabtu dan Minggu, cukup rasional untuk dipertimbangkan.
“Di internal Balai Kota DKI Jakarta, kami sudah melakukan pembahasan,” kata Pram di Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Namun, Pram belum memutuskan apakah CFD Jakarta akan digelar dua kali dalam sepekan. Menurut Pram, pertimbangan ini harus betul-betul matang.
Apalagi, CFD di Jakarta tidak hanya di Sudirman-Thamrin, Kota Jakarta Pusat. Sekarang ada CFD Rasuna Said, Jakarta Selatan. “Bahkan, sekarang ini setiap kota di Jakarta punya ruang untuk melakukan CFD,” ujarnya.
Baca juga : Inter Pantang Main Aman
Menurut Pram, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang akan dipertimbangkan dalam pembahasan mengenai usulan pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan.
Ia menegaskan, keputusan mengenai kebijakan tersebut akan ditentukan setelah proses kajian dilakukan. “Pada saatnya nanti, kami akan putuskan,” ucap mantan Sekjen PDIP ini.
Beberapa hari kemudian, Senin (14/9/2026), Pram kembali menegaskan hal yang sama.
“Perlu dikaji lebih mendalam, sebelum Pemerintah DKI mengambil keputusan. Kami juga akan bertanya kepada warga,” katanya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pram menambahkan, tujuan utama CFD, salah satunya adalah mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat. Namun, dia mengingatkan, jangan sampai jika CFD digelar dua kali sepekan, justru menimbulkan dampak negatif. “Karena itu, perlu kajian mendalam, sebelum kami memutuskannya pada saat yang tepat,” tutup Pram.
Baca juga : Gaspol Di GP Austria, Martin Siap Hadang Ambisi Marc Marquez
Menurut Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, CFD di Jakarta dapat dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, sekaligus menekan polusi udara.
Karena, lanjut Jumhur, Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memperluas pelaksanaan CFD. “Saya berharap, Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan kebijakan serupa,” tandasnya.
Jumhur menambahkan, pelaksanaan CFD tentunya tidak harus berlangsung sepanjang hari. “Pembatasan kendaraan bermotor selama beberapa jam, sudah dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, sekaligus menikmati ruang publik tanpa kepadatan kendaraan,” tuturnya.
Anggota Komisi A DPRD DKI Inad Luciawaty meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut.
Menurutnya, penambahan hari CFD harus didukung kajian komprehensif, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca juga : Maudy Ayunda , Minta Maaf Usai Dikritik Nirempati
“Saya menyarankan agar kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah hari CFD,” ujar Inad kepada Rakyat Merdeka, Senin (14/9/2026).
Dia mengatakan, Pemprov DKI perlu melihat berbagai dampak sebelum menambah pelaksanaan CFD. Mulai dari pengaruhnya terhadap kualitas udara, lalu lintas, transportasi umum, aktivitas ekonomi masyarakat, pedagang, hingga warga di sekitar jalur CFD.
Selain itu, kesiapan petugas dan sarana pendukung juga harus menjadi perhatian. “Jangan sampai penambahan hari CFD justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” ingatnya.
Menurut Inad, CFD memang dapat menjadi salah satu upaya konkret mengurangi polusi udara sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif bergerak dan berolahraga. Namun, kebijakan tersebut harus dirancang dengan memperhitungkan kondisi Jakarta secara menyeluruh.
Dia juga menilai, penambahan hari CFD berpotensi mengurangi penumpukan warga yang selama ini terkonsentrasi pada pelaksanaan setiap Minggu. Namun, lagi-lagi ia mengingatkan, perlu kajian mendalam terlebih dahulu. [RAA/DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.