BREAKING NEWS
 

Lima Puskeswan Sedang Dibangun Di Jakarta

Warga Lebih Mudah Bawa Hewan Berobat

Reporter : DEDE ISWADI IDRIS
Editor : DAUD FADILLAH
Sabtu, 17 Oktober 2026 06:25 WIB
Ilustrasi petugas menyuntikkan vaksin kepada kucing peliharaan warga di Mobil Klinik Hewan Keliling milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta sedang membangun lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di lima wilayah. Fasilitas ini akan memudahkan masyarakat mengakses layanan medis untuk hewan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Lima Puskeswan itu berada di Pusat Produksi, Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Pluit, Kebun Anggur Pulo Gebang, Training Center Klender, Sentra Flora dan Fauna Semanan, serta Gedung Kantor Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Francine Widjojo menyambut baik pembangunan tersebut. Francine menyebut, penambahan Puskeswan merupakan salah satu yang didorongnya sejak 2025.

“Setelah selesai dibangun, lima Puskeswan ini akan mempermudah akses warga Jakarta pada layanan kesehatan hewan,” ujar Francine, Jumat (9/10/2026).

Selama ini, layanan kesehatan hewan milik Pemprov DKI Jakarta baru tersedia di Puskeswan Ragunan, Jakarta Selatan, dan Puskeswan Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Namun, Puskeswan Pondok Ranggon khusus melayani hewan ternak.

Baca juga : Everton Vs Chelsea, Momen Permak Posisi

Kondisi tersebut membuat warga Jakarta yang memelihara hewan, harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan. Francine mencontohkan, warga Jakarta Utara yang harus membawa kucing ke Ragunan, Jakarta Selatan, ketika membutuhkan layanan Puskeswan.

“Sedangkan transportasi publik kita belum membolehkan membawa kucing di armadanya, meski menggunakan carrier,” kata Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Dengan keberadaan Puskeswan baru di sejumlah wilayah, warga diharapkan bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan. Layanan kesehatan hewan juga tidak lagi terpusat di Jakarta Selatan.

Francine menilai, penambahan Puskeswan juga sejalan dengan prinsip one health one welfare. “Dengan meningkatnya jumlah Puskeswan di Jakarta, serta tingginya kesadaran dan kepedulian warga Jakarta terhadap kesehatan hewan, ini juga akan membantu menjaga kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Adsense

Namun, Francine mengingatkan Pemprov DKI agar tidak berhenti pada pembangunan fisik. “Harus disertai pengalokasian anggaran yang cukup untuk memastikan operasionalnya dapat berjalan lancar. Tidak hanya bangunannya, tapi kualitas layanan medisnya serta ketersediaan obat dan penunjang medis juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Baca juga : Luthfi/Dian Selangkah Lagi Jadi Juara Dunia

Dia juga mendorong agar layanan yang dibutuhkan masyarakat, seperti sterilisasi kucing gratis, dapat tersedia di Puskeswan-Puskeswan baru setelah resmi beroperasi. Francine memastikan, pembangunan lima Puskeswan tersebut akan terus dikawalnya hingga benar-benar beroperasi.

Dia juga meminta pembangunan layanan kesehatan hewan tidak berhenti di tingkat Puskeswan. “Kami juga akan terus mengawal peningkatan Puskeswan Ragunan menjadi Rumah Sakit Hewan, dengan layanan gawat darurat 24 jam,” pungkasnya.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, pembangunan lima Puskeswan tambahan merupakan upaya memperluas, sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan layanan kesehatan hewan terus meningkat seiring bertambahnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan, baik hewan peliharaan maupun hewan lainnya.

“Dengan pembangunan Puskeswan tambahan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah dijangkau, lebih cepat, dan lebih merata,” ujar Hasudungan.

Baca juga : Ribuan Gen Z India Goyang Kursi Modi

Dari sisi fasilitas, Puskeswan baru akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan hingga tindakan bedah. Fasilitas diagnostiknya juga mencakup pemeriksaan darah rutin atau hematologi, kimia darah, urin, ultrasonografi (USG), feses dan parasit.

Dengan fasilitas tersebut, dokter hewan dapat melakukan pemeriksaan secara lebih komprehensif sebelum menentukan diagnosis dan tindakan pengobatan.

Selain melayani hewan peliharaan warga, Puskeswan juga memiliki fungsi dalam pencegahan, pemeriksaan, diagnosis, pengobatan hingga pengendalian penyakit hewan dan penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia.

Hasudungan mengatakan, Puskeswan Ragunan memang disiapkan untuk bertransformasi menjadi Rumah Sakit Hewan milik Pemprov DKI Jakarta, dengan peningkatan fasilitas sebagai unit pelayanan kesehatan hewan rujukan. Pembangunan lima Puskeswan tambahan ditargetkan rampung pada Desember 2026. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense