Sebelumnya
Kondisi wabah di suatu daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah.
Karena itu, dapat disimpulkan, bila jumlah tes di suatu wilayah tidak memenuhi standar WHO, akan makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. "Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," tegas Fify.
Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta.
Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.
Baca juga : Proporsi Tes PCR DKI Hari Ini Tembus 34 Persen
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif dalam sepekan terakhir, Jakarta telah mencapai angka 7,1 persen. Sementara positivity rate secara nasional, masih di angka 14,8 persen. Dalam hal ini, WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.
Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid, bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit atau tidak memenuhi standar WHO, maka indikator persentase kasus positif patut diragukan.
Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan.
Upayakan tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak. Selalu memakai masker secara benar, menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
Baca juga : Jumlah Tes PCR di Jakarta Sudah 4 Kali Lipat Standar WHO
Seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi, harus dalam kapasitas maksimal 50 persen, dengan protokol kesehatan ketat. [HES]
Baca juga : Jakarta Juara Kasus Baru? Jangan Panik Dulu...
Pemprov DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 4.891 spesimen. "3.888 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 379 positif dan 3.509 negatif. Dari jumlah 379 kasus tersebut, terdapat rapelan 50 kasus dari hari sebelumnya. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 37.935. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 38.294," terangnya. Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan standar WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari. "Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan empat kali lipat standar WHO," imbuhnya. Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya. Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program. Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 379 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.075 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.954 kasus, Dari jumlah tersebut, 14.027 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 852 orang meninggal dunia. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,1%, sedangkan Indonesia sebesar 14,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan. Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan. Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari, yaitu tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak, selalu jalankan 3M dengan Memakai masker secara benar, Menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin. Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. emprov DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 4.891 spesimen. "3.888 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 379 positif dan 3.509 negatif. Dari jumlah 379 kasus tersebut, terdapat rapelan 50 kasus dari hari sebelumnya. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 37.935. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 38.294," terangnya. Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan standar WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari. "Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan empat kali lipat standar WHO," imbuhnya. Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya. Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program. Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 379 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.075 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.954 kasus, Dari jumlah tersebut, 14.027 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 852 orang meninggal dunia. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,1%, sedangkan Indonesia sebesar 14,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. Namun, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan. Selama vaksin belum tersedia, maka penularan wabah harus dicegah bersama-sama dengan disiplin menegakkan pembatasan sosial dan protokol kesehatan. Perlu diingat selalu untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip ini dalam berkegiatan sehari-hari, yaitu tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak, selalu jalankan 3M dengan Memakai masker secara benar, Menjaga jarak aman 1,5 - 2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin. Kemudian, seluruh kegiatan yang diizinkan beroperasi harus dalam kapasitas maksimal 50% dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Serta ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.