BREAKING NEWS
 

Tentang Kawan Kami Dufi, Jenazah Dalam Drum Itu

Semasa Hidup, Dia Kerja Penuh Semangat

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 21 November 2018 13:54 WIB
Pemakaman Abdullah Fithri Setiawan di TPU Dharmabudi, Semper, Tanjungpriok, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018) lalu, Dufi panggilan akrabnya, meninggalkan seorang istri dan 6 anak. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Saya ingat, saat di redaksi, bidang liputannya banyak di partai politik, sesuai segmentasi pemberitaan koran Rakyat Merdeka. Dufi cukup dikenal di kalangan kawan-kawan politisi Senayan. Beberapa diantaranya saya tahu ada yang jadi sahabat baiknya. Sekitar dua tahun sebelum mundur dari Rakyat Merdeka, Dufi diberi peran memimpin divisi bisnis dan menjadi manajer iklan. Tugas baru yang cukup menantang, tapi dia menerimanya dengan senang hati. Dan terbukti, jejaringnya makin luas karena dengan mudah Dufi berpindah kerja, ke perusahaan media lainnya yang lebih mapan.

Sejak mundur itulah, komunikasi terputus. Pertemuan terakhir dengan Dufi sekitar 2 tahun lalu. Saat itu dia membawa berkas dengan map di bagian depannya ada logo media televisi. Wajahnya sumringah. Katanya, dia senang kerja di tempat baru, karena tantangan di media elektronik berbeda dengan media cetak. Itulah pertemuan dan percakapan terakhir. Kalau ngobrol soal pekerjaan, dia selalu semangat, berenergi dan penuh senyum.Saya tak pernah dengar dia curhat tentang keluarga, problem hidup atau persoalan yang sedih.

Baca juga : 3 Korban Lion Air Jt610 Kembali Teridentifikasi

Sepertinya, Dufi tak ingin orang lain tahu kesulitannya. Atau dalam hidup, dia penuh keikhlasan, apa dan bagaimana yang dihadapi, dia jalani. Semua tetangga di rumahnya, punya catatan baik tentang Dufi. Bu Aliya, misalnya, tetangga depan rumah bilang, “Almarhum ini paling rajin shalat subuh ke masjid. Tiap kali adzan berkumandang, saya mendengar suara pintu pagar rumahnya dibuka, lalu tampak dia jalan menuju masjid.” Tetangga lain, bilang Dufi juga termasuk paling rajin ikut kajian agama tiap akhir pekan. Abidin, pengurus Masjid Al-Muhajirin di Kompleks Catalina sempat komunikasi, beberapa hari lalu. 

“Kami lagi mencari ustad untuk berceramah di Kuliah Dhuha tanggal 25 November nanti. Beliau minta izin akan mencarikan. Dan kemudian beliau sempat mengabarkan ustad-nya sudah dapat, dan nanti beliau yang tanggungjawab untuk menghadirkannya,” kata Abidin. Tapi, takdir berkata lain. 

Baca juga : Tragis, Paus Mati Telan Sampah Plastik 5,9 Kg

Dia turut sedih dengan kejadian tragis itu. Abidin bilang, nomor kontak Ustad itu belum sempat diberikan Dufi kepadanya. “Sekarang, kami kebingungan, tidak tahu siapa Ustad dimaksud yang akan dihadirkan di Kuliah Dhuha itu.” 
Bukan hanya bagi warga Catalina, kawan-kawan yang pernah sekantor dengan Dufi sangat kaget dengan kabar kematian yang begitu sadis. Banyak pertanyaan di kepala, kenapa harus dibunuh dengan keji? Apakah ada yang dendam kepada orang sebaik Dufi? Mengapa Dufi ditusuk berkali-kali dan dibenamkan ke dalam drum? Betapa tega dan kejam pelakunya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense