RM.id Rakyat Merdeka - Perbaikan 46 halte Transjakarta yang rusak dan hangus saat demonstrasi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Kamis (8/10) lalu, terus dilakukan.
Hal itu dilakukan secara bertahap dengan empat kategori. Yakni kerusakan ringan, kerusakan sedang, kerusakan berat, dan kerusakan parah. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan semua perbaikan halte yang dibakar dan dirusak massa di sejumlah titik di ibu kota itu selesai akhir 2020.
“Proses perbaikan akan dikakukan berdasarkan tingkat kerusakan halte. Waktu penyelesaiannya akan menyesuaikan dengan tingkat kerusakan,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Sardjono Jhony Tirtokusumo, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Banyak Halte Rusak, Transjakarta Alihkan Rute
Menurut Jhony, halte yang mengalami kerusakan ringan, seperti kaca pecah, aksi coret- coret atau vandalisme telah dan sedang diperbaiki dalam tiga hari ini. Sedangkan halte dengan kerusakan sedang sampai berat, diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat minggu ke depan.
‘’Sementara untuk halte yang masuk dalam kategori rusak parah, seperti hangus dibakar, diperlukan waktu lebih lama, bisa sampai satu hingga dua bulan ke depan,’’ ungkapnya.
Yang rusak parah, lanjutnya, ada tiga halte. Yakni Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI), Halte Tosari, dan Halte Sawah Besar. ‘’Ketiga halte ini perlu direkonstruksi ulang. Kemungkinan selesainya hingga akhir tahun,” ujarnya.
Baca juga : Jokowi Sebut Masker Bisa Jadi Peluang Bisnis UMKM Kalteng
Jhony memastikan, Transjakarta tetap melayani penumpang meski sejumlah halte tengah diperbaiki. Pelayanan dilakukan dengan sejumlah penyesuaian dan peralihan rute. Meskipun ada beberapa layanan yang harus beroperasi dengan penyesuaian, mengingat kondisi beberapa halte yang belum bisa secara maksimal difungsikan seperti Halte Bundaran HI dan Halte Tosari.
“Kami tetap mengupayakan agar semua masyarakat tetap bisa terlayani mobilitasnya, terutama kebutuhan dalam hal transportasi untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, proses perbaikan halte yang rusak parah ini dibagi menjadi dua. Sebagian rekonstruksi ditutup, dan separuh halte dipakai untuk aktivitas penumpang.
Baca juga : 25 Bus Transjakarta Terkepung Demonstrasi
Setelah bagian tersebut selesai, lanjut Anies, baru separuh berikutnya direkonstruksi. Saat ini, perbaikan tengah dilakukan bertahap. Separuh bagian lagi dipasang lantai dan dinding sementara. Separuhnya lagi ditutup total untuk diperbaiki sampai tuntas.
“Yang penting jalur satu akan tetap jalan. Halte sementara beroperasi Senin (hari ini). Masih temporer tapi, belum keseluruhannya. Tetapi kami segera kembalikan semuanya supaya bisa berfungsi lagi dengan baik,” tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.