Sebelumnya
Sebelumnya, Dwikorita mengungkap fenomena siklon tropis yang bisa berdampak pada hujan lebat hingga ekstrem diprediksi, tidak hanya terjadi di Jabdetabek tetapi di berbagai wilayah di Indonesia.
“Intensitas hujan lebat hingga ekstrem, di sini, lebih dari 150 mili meter per jam,” katanya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku, Pemprov DKI sudah mengantisipasi curah hujan ekstrem di bulan ini.
Baca juga : Ingin Program Vaksinasi Dikebut, Ganjar: Jangan Lupa Validasi Data Penerima!
“Kami sekarang mengantisipasi potensi curah hujan ekstrem,” katanya di Balai Kota pada Selasa (23/2).
Pemprov terus menggeber sejumlah program penanggulangan banjir seperti naturalisasi, pembangunan sumur resapan dan peningkatan pompa air yang mencapai 729 unit.
“Satu tahun terakhir ini kami meningkatkan daya tampung air dengan gerebek lumpur. Termasuk pengerukan sedimentasi yang sudah tinggi menggunakan 257 ekskavator,” terang Riza.
Baca juga : GPMI: Jangan Hanya Kritik, Ayo Turun Langsung Bantu Warga
Selain itu, lanjut Riza, pihaknya mensiagakan petugas lapangan. Pemprov DKI juga menjalankan program optimalisasi pengerukan dengan meningkatkan daya tampung air dan membuat sodetan dan juga olakan atau tempat sementara persinggahan air.
Langkah lainnya, meningkatkan ruang terbuka hijau. Ariza menyebutkan, Pemprov DKI akan segera memanggil perusahaan pengembang untuk membicarakan dampak dari pembangunannya di Ibu Kota. Salah satunya, mengenai banjir.
“Kami akan panggil, kami akan diskusikan, supaya para developer ikut bertanggung jawab atas berbagai masalah. Tidak hanya masalah banjir, namun juga masalah macet, dan masalah lingkungan lainnya,” ungkapnya.
Baca juga : Waspada, HPV Penyebab Kanker Serviks Juga Bisa Serang Pria Lho!
Riza menambahkan, pihaknya telah menginventarisir masalah. Pihaknya akan mengecek jumlah perusahaan swasta atau pengembang yang membangun di Jakarta, baik yang memberikan kontribusi positif maupun negatif kepada lingkungan.
“Siapa pun nanti yang bersalah harus diberi sanksi. Ada mekanisme dan aturannya harus ikut bertanggung jawab untuk membantu,” tegasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.