Dark/Light Mode

Masyarakat Diminta Segera Periksa Kesehatan

Ingat, Jangan Anggap Sepele Gejala Ringan Virus Corona

Selasa, 15 Desember 2020 05:54 WIB
Rapid Test Covid-19 Di Petamburan. (Foto : Dwi Pambudo /RAKYAT MERDEKA).
Rapid Test Covid-19 Di Petamburan. (Foto : Dwi Pambudo /RAKYAT MERDEKA).

RM.id  Rakyat Merdeka - Jangan mentang-mentang mau liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), lantas meremehkan gejala ringan Virus Corona (Covid-19). Masyarakat diminta selalu waspada.

Kewaspadaan adalah benteng pertama demi mencegah penularan Virus Corona. Karena itu, sangat penting mengetahui gejala ringan Covid-19 sejak dini agar keadaan tidak parah.

Dilansir dari unggahan meme Instagram Satgascovid19.id, setidaknya ada 7 gejala ringan Covid-19 yang sering diabaikan dan dianggap sepele.

Pertama, radang mata dan mukosa. Kedua, kehilangan kemampuan merasakan dan mencium atau membaui. Ketiga, gejala seperti flu dengan demam, menggigil, Kelelahan dan batuk.

Keempat, gejala seperti flu biasa dengan rhinitis, bersin, tenggorokan kering dan hidung tersumbat. Kelima, nyeri sendi atau otot.

Berita Terkait : Peringatan Sri Mulyani, Jangan Sampai Liburan Nataru Bikin Rem Darurat Diinjak Lagi

Keenam, masalah gastrointestinal meliputi diare, mual, dan sakit kepala. Ketujuh, masalah paru-paru dengan pneumonia dan napas tersengal.

“Untuk sahabat Satgas yang berkegiatan keluar rumah, jangan lupa tetap waspada ya. Waspadai 7 gejala ringan Covid-19,” tulis Satgascovid19.id dalam captionnya.

Netizen mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan mengetahui gejala-gejala ringan Covid-19.

Ashcyaa termaauak mengingatkan masyarakat, banyak orang yang tertular Covid-19 dengan gejala ringan.

“Bagaimana mengetahui kita suspek? Gampang. Lihat minimal salah satu dari dua kriteria. 1. Gejala yang mengarah ke Covid- 19 baik umum/khas dan ringan/berat. 2. Riwayat kontak erat dengan pasien positif,” ungkap Leeinadd.

Berita Terkait : Libur Nataru, Doni Ajak Warga Di Rumah Saja

Dokterimun_id meminta masyarakat tidak menyepelekan gejala ringan Covid-19. Pasalnya, tubuh pasien dengan gejala ringan Covid-19 akan lebih rentan terkena penyakit jika tidak ditangani dengan baik.

PutraSangsa1989 menjelaskan, orang-orang yang terinfeksi Covid-19 mengeluhkan kelelahan yang parah atau kronis. Kelelahan kronis ini bisa menyerang pasien yang mengalami gejala ringan atau sedang. “Dan bisa terjadi dalam jangka panjang,” katanya.

Gwensentana mengungkap data dari Center for Disease Control and Prevention (CDC). “Di antara gejala-gejala ringan Covid-19 adalah demam, batuk dan sesak napas. Kesemuanya itu dapat muncul 2-14 hari setelah paparan,” ungkapnya.

“Sanyak yang mengajukan pertanyaan apakah Covid-19 semacam “flu biasa”? Jawaban saya: tidak. Ya, saya merawat pasien-pasien Covid-19. Yang tanpa gejala/gejala ringan mungkin bisa Anda sebut begitu. Tapi tidak untuk yang dirawat intensif apalagi yang terpasang ventilator,” kata Dr_koko28.

Ros_aruna meminta masyarakat segera memeriksakan kondisi kesehatan apabila merasakan gejala Covid-19. Dia menjelaskan, gejala Covid-19 sangat beragam. Mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, sedang sampai berat. “Jangan jadiin gejala sebagai patokan. Kalau mau tes ya tes aja,” tegasnya.

Berita Terkait : Angkasa Pura I Pastikan Protokol Kesehatan Bandara Saat Libur Nataru

“Orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk disertai dengan kesulitan bernapas/sesak napas, nyeri/tekanan dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari pertolongan medis,” Imbau Adriansyahafiz.

PanggilAku_Sanz mengungkapkan cara penanganan pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Yaitu, dengan pemberian vitamin S kompleks, vitamin C, vitamin D, vitamin E dan zink. “Juga memperbanyak makan sayur, buah, rajin jemur pada pagi hari dan olahraga teratur,” katanya.

Iaputr2D2E95D7 menambahkan, masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap Covid-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang. “Sahkan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit,” tuturnya. [ASI]