Sebelumnya
Menurut Teguh, seharusnya itu tidak dijadikan alasan. Sebab, pencairan bisa dilakukan beriringan dengan pembagian buku dan ATM.
“Kalau seperti ini, penyebabnya bisa jadi karena Bank DKI tidak kompeten,” katanya.
Dari 1,8 juta Kepala Keluarga (KK) penerima BST di Jakarta, sebanyak 1,05 juta KK akan mendapatkan BST secara transfer oleh Bank DKI. Sisanya, 750 ribu KK akan mendapatkan dana BST dari PT Pos Indonesia.
Baca juga : Andi Bilang Terima Kasih
“Ini juga disebabkan tidak ada simulasi dari Dinas Sosial. Ketika tidak berjalan sesuai target, seharusnya ada strategi cadangan. Kan bisa bekerja sama, melaksanakannya dibagi dengan bank lain. Tapi itu tidak dilakukan,” Teguh menyayangkan.
Penerima Bermasalah
Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan adanya permasalahan serius dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ada 18 juta data bermasalah dalam dokumen yang menjadi acuan pemberian bansos.
Baca juga : Dicky Budiman: Jangan Sembarangan Klaim, Harus Hati-hati
“Kami menemukan beberapa data yang saat ini ada irisan. Data masing-masing bantuan sosial itu terpisah-pisah,” kata Risma.
Salah satu masalah dalam DTKS adalah, satu orang bisa berkali-kali menerima bantuan yang sama dari pemerintah.
“Ada seseorang bisa menerima bantuan sampai tiga kali. Dalam satu jenis bantuan, satu orang bisa menerima lebih dari satu,” ungkapnya.
Baca juga : Rektor Ingatkan Seluruh Civitas UIN Bandung Dilarang Terlibat Organisasi Terlarang
Oleh karena itu, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan audit ulang atas DTKS.
Risma mengatakan, pihaknya telah menyampaikan temuan itu kepada PT Pos Indonesia dan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
Risma berharap, permasalahan DTKS bisa cepat diselesaikan. “Data penerima ganda harus dihapus,” katanya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.