Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dana Hibah Rp 9 M Untuk Museum SBY-Ani Dibatalkan

Andi Bilang Terima Kasih

Selasa, 23 Februari 2021 06:02 WIB
Maket Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur. (Foto: ist)
Maket Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) membatalkan pemberian dana hibah Rp 9 miliar untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani di Pacitan. Mengetahui hal itu, Partai Demokrat tidak marah. Bahkan, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief mengucapkan terima kasih.

Hampir sepekan, polemik dana hibah pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani jadi bahan omongan. Baik dunia nyata maupun dunia maya. Gara-garanya, Pemprov Jatim ingin memberikan dana hibah Rp 9 miliar untuk pembangunan museum dan galeri yang isinya akan mengisahkan perjalanan hidup Presiden Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu. Ada yang mendukung, ada juga yang menjadikan dana hibah tersebut untuk menyerang SBY dan Partai Demokrat.

Nah, kemarin beredar surat pembatalan dana hibah tersebut. Pembatalan tertuang dalam surat Pemprov Jatim bernomor 910/3050/201.2/2021 yang diteken langsung Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Tjahjono. 

Isi suratnya: bantuan keuangan khusus kepada Kabupaten Pacitan pada perubahan APBD Provinsi Jatim tahun Anggaran 2020 agar disetorkan kembali ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi Jatim sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Berita Terkait : Vaksinasi Untuk Masyarakat Umum, Diprioritaskan Klaster Paling Berisiko

Heru mengamini surat tersebut. Menurut dia, surat tersebut sudah dikirim ke Pemerintah Kabupaten Pacitan. "Ada surat memang, kalau memang tidak segera digunakan akan ditarik. Baru akan dikirim lagi saat diperlukan dan secara administrasi terpenuhi," jelasnya.

Bupati Pacitan, Indartato juga membenarkan soal surat tersebut. Dia mendapat, surat dari Pemprov Jatim untuk mengembalikan dana hibah ke Pemprov Jatim. Apakah karena administrasi? Jawabannya bukan. Indartato memastikan, jajarannya selalu menaati aturan main yang berlaku.

Dia menyayangkan, banyak pihak yang mempersoalkan dana hibah untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani. Padahal, semuanya sudah sesuai prosedur. “Gara-gara pro kontra masyarakat, akhirnya Pemprov Jatim mengambil kebijakan itu," bebernya, kemarin.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak juga menyayangkan, banyak yang mempersoalkan pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan. Menurutnya, bangunan monumental tersebut bagian dari kearifan lokal.

Berita Terkait : BNPB Serahkan Bantuan DSP Senilai Rp 3,5 M Untuk Penanganan Banjir Kalsel

Sahat menilai, bantuan anggaran ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab, sebuah daerah diperbolehkan mendapat Bantuan Keuangan khusus dari Pemprov Jatim. "Ada empat kriteria daerah untuk dapat bantuan keuangan dan semua terpenuhi sehingga museum ini layak mendapat bantuan dari Pemprov Jatim," katanya.

Bagaimana tanggapan Partai Demokrat dengan pembatalan dana hibah ini? Ketua Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief mengucapkan terima kasih. 

“Terima kasih niat baik Pemda Jatim terhadap Museum SBY-ANI. Namun, pihak pengelola museum tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat dan setuju untuk dibatalkan," ucapnya, melalui akun Twitter @Andiarief, kemarin sore.

Warganet ikut mengomentari soal pembatalan dana hibah tersebut. @PeriRiduan mengatakan, optimis meski tidak dapat dana bantuan, pembangunan itu akan selesai. 

Berita Terkait : Trump Belum Bisa Terima Kemenangan Biden

"Keputusan yang bagus, supaya tidak ada kegaduhan. Insya Allah tanpa bantuan pemerintah, Museum SBY-Ani akan selesai dan dapat memberi manfaat buat masyarakat," cuit @PeriRiduan. “Lebih baik dibatalkan. Kalau perlu patungan saja, bagaimana bang? Demokrat dan seluruh simpatisannya pasti sanggup," usul @TheDemocratos.

Akun @mikahalim3 mengatakan, uang Rp 9 miliar kecil buat Demokrat. “Urunan juga kelar. Tapi ada sih maling yang triliunan adem-adem bae," cetus @mikahalim3. 

"Graha Mega 90 miliar, lanjutkan?" sindir @LNoorainy. "Ini sebaiknya juga dibatalkan agar tidak ada kesalahpahaman masyarakat," pesan @didiklpambudi. "Yang bangun gedung Megawati di Klaten dengan dana APBD, masih ada yang malu? Jangan sok mumpung berkuasa," samber @eko_80799. "Biarin aja yang lain, nggak dibatalin. Entar kemakan omongan sendiri, kalau ngoceh," seloroh @Ridho02026883.

Akun @DjoearaM mendukung pembatalan itu. "Mantap. Apapun alasan pembatalannya patut didukung. Dahulukan yang lebih penting," kata @DjoearaM. "Bagus dan mantap. Dibatalkan mungkin karena sudah terlanjur bocor datanya sehingga dibatalkan. Entah kalo sudah sunyi lagi," timpal @AndriasBolouzog. [MEN]