Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Meski Vaksin Gratis, Tetap Awasi Jangan Sampai Ada Maling

Jumat, 18 Desember 2020 13:05 WIB
Meski Vaksin Gratis, Tetap Awasi Jangan Sampai Ada Maling

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menggratiskan vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Proses vaksinasi akan dilakukan secara bertahap, terhitung mulai Januari 2021.

Netizen mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah mendengar aspirasi masyarakat. Pinterpolitik mengunggah meme sebuah tangan memegang botol yang berisi vaksin Corona.

Di dalamnya juga terdapat tulisan “Jokowi gratiskan vaksin. “Kabar gembira untuk kita semua,” tulis Pinterpolitik dalam captionnya.

Meme itu ditanggapi yang lain. Mikirdoeloe mengatakan, pemerintah telah mengumumkan program vaksinasi Covid-19 gratis untuk seluruh masyarakat. Termasuk, persiapan penganggaran pada 2021.

Bobby Handoyo mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah menggratiskan vaksin Corona kepada masyarakat.

“Presiden betul-betul peduli dengan keadaan masyarakat saat ini. Juga mau mendengar aspirasi masyarakat,” kata dia.

Panji Petualang menyambar. Dia mengucap syukur alhamdulillah karena akhirnya kritikan masyarakat didengar juga. “Kita kritis ada manfaatnya juga kan. Coba kalau diam aja nggak akan terealisasi,” kata dia.

Baca juga : Gatot Dinyinyirin

Ucapan terima kasih juga dilontarkan Tarzan Gk. Dia juga berharap pada pelaksanaannya nanti vaksinasi berjalan lancar, tidak ada pungli dan korupsi.

“Mudah-mudahan terlaksana ya Pak. Dan berlalu wabah ini,” harap Oedjang Sanga.

“Ini baru betul Pak. Kalau tidak gratis akan menjadi bisnis baru untuk rumah sakit,” timpal Kosasih.

“Kebijakan atau keputusan yang populer untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya,” puji Pridut.

Orang Otak Waras menyambung. Dia bersyukur, akhirnya suara masyarakat didengar.

Kata dia, kebijakan presiden yang menggratiskan vaksin Covid-19 adalah benar.

“Karena perhitungan normal itu mereka pasti lebih mementingkan uang untuk beli beras daripada vaksin,” kata dia.

Baca juga : Vaksin Covid-19 Gratis, Rakyat Rasakan Langsung Kehadiran Negara

Akuiti yaini menimpali. Dia berharap tak ada lagi vaksin gratis dan vaksin yang berbayar. Soalnya, kebijakan vaksin gratis dan berbayar, ketika sampai di bawah, yang gratis malah langka dan akhirnya berbayar semua.

”Karena semua dialihkan oknum untuk vaksinasi bayar,” ujarnya.

Menurut Mr Abcd, vaksin Corona wajib gratis. Bila vaksin Corona harus berbayar, bisa jadi kebanyakan warga nggak mau divaksin.

“Soalnya, vaksin gratis saja belum tentu masyarakat mau vaksin. Mau merek apapun, masih terbesit keraguan masyarakat divaksin,” kata dia.

“Kalau disuruh bayar lagi rakyat makin terjepit dikarenakan kondisi saat ini yang masih pendemi dan banyak pengangguran korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sudah sewajarnya gratis demi kesehatan rakyat Indonesia,” imbuh Ayi Bahtiar.

Surjono mengatakan, pemerintah sudah membebaskan semua biaya vaksinasi buat seluruh rakyat. Dan, Presiden Jokowi juga sudah menyatakan akan menjadi orang pertama yang divaksin.

“Yang masih bersuara miring, nggak mau divaksin ya nggak apa-apa. Harap Satgas Covid data dan catat siapa orangnya,” pinta dia.

Baca juga : Jokowi Tahu Isi Kantong Rakyat

Menurut Messidona Cengeng, pemerintah sudah habiskan uang miliaran rupiah demi beli vaksin Covid-19. Bahkan, sekarang diputuskan vaksinasi gratis demi aktivitas 2021 kembali hidup. “Kalian jangan macam-macam,” imbaunya.

Klik.id mengatakan, Malaysia dan Singapura enteng mau gratisin vaksin, karena jumlah penduduknya sedikit. Tapi, kalau Indonesia dan India menggratiskan vaksin Covid-19, baru luar biasa.

“Tapi tetap awasi juga, jangan sampe ada yang maling,” kata dia mengingatkan.

Walaupun vaksin diberikan secara gratis, Wrywnchalik mengingatkan proses distribusinya tetap harus dipastikan efektif dan efisien. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.