Sebelumnya
Ruang ganti ini untuk siswa maupun guru berganti pakaian setelah naik kendaraan umum. Soalnya, transmisi penularan berpotensi terjadi angkutan massal.
“Yang memakai kendaraan umum, ganti baju bebas dengan seragam di ruang khusus sebelum mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas,” ungkap Kepala Sekolah SMK Islam Soedirman 2, Ikah Atikah.
Berdasarkan pantauan, prokes di SMK Islam Soedirman berjalan ketat. Seluruh orang yang masuk ke area sekolah, dicek suhu tubuhnya, kemudian diwajibkan mencuci tangan, dan mengisi data keterangan sehat.
Baca juga : Warga Taat Prokes Cuma Saat Ditegur Petugas Saja
Setiap hari, kelas disemprot dengan disinfektan. Pembatasan waktu operasional dan kapasitas juga amat ketat. Jumlah siswa dibatasi hanya 30 persen dari daya tampung kelas.
Di dalam kelas, jarak satu meja dengan yang lain lebih dari satu meter. Jam belajar pun demikian. Kelas dibuka dibagi menjadi dua sesi. Setiap sesi berlangsung hanya empat jam setiap Senin, Rabu dan Jumat.
Untuk mengikuti PTM, siswa harus mendapatkan persetujuan dari orangtua. Mayoritas orangtua siswa SMK Islam PB Soedirman 2 setuju mengikuti PTM.
Baca juga : Cegah Klaster Baru Covid, Prokes Ketat Wajib Diterapkan
Menurut Ikah, agar dapat menggelar uji coba PTM, sekolah harus lolos verifikasi dari uji asesmen tahap 1 dan asesmen tahap 2 dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Hadi, salah seorang warga Jakarta Timur yang anaknya sekolah di salah satu SMK, setuju dengan PTM. Apalagi untuk siswa menengah atas kejuruan. Hanya saja, dia meminta pengawasan diperketat. Dari mulai prokes hingga kalau perlu, sekolah harus memastikan siswa pulang dari sekolah tidak mampir-mampir.
“SMK banyak praktiknya. Jadi, ke sekolah dibutuhkan. Juga ke tempat-tempat praktik kerja. Nggak bisa lewat zoom. Perketat saja prokesnya, kalau perlu sediakan bus sekolah untuk pulang pergi, Pemprov DKI harus ikut memikirkan ini,” sarannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.