Sebelumnya
Gerbang masuk ke perumahan, ditutup rapat. Hanya ada satu akses jalan yang dibuka.
Sangad belum dapat memastikan sampai kapan lockdown mikro berakhir.
“Tergantung kondisi paparan di lingkungan RT 01, RT 02 dan RT 08. Apabila sudah mereda, maka akan dibuka,” imbuhnya.
Baca juga : MPR: Perbanyak Vaksinasi, Perketat Penerapan Prokes
Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pada Kamis (10/6), menyebutkan ada penambahan 2.096 kasus baru. Sehingga kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota kini berjumlah 12.820 kasus, bertambah 970 pasien aktif dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan kematian pasien Covid-19 bertambah 24 orang. Sehingga, total warga meninggal akibat Corona sebanyak 7.523 orang.
Dari sisi distribusi kasus, dari Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 422 kasus, Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, dan Jakarta Utara 205 kasus.
Jika melihat data itu, penambahan kasus merata di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu Utara. 5 Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus.
Baca juga : Jelang Liga 1, Marco Motta Kembali Perkuat Macan Kemayoran
Penyumbang Terbesar
Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyakini, klaster keluarga menyumbang 80 persen kasus Covid-19 di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran kesadaran warga masih minim. Misalnya, saat mengalami gejala, tidak mau berobat ke rumah sakit. Akibatnya, mereka menularkannya kepada keluarganya.
“Karena tidak mau berobat. Mereka tetap melakukan kontak erat dan aktif dengan anggota keluarga yang lain. Kondisi ini sangat berisiko,” kata Dicky.
Baca juga : Masyarakat Diminta Jangan Kasih Kendor Prokes
Masalah itu, lanjutnya, membuat penyebaran Corona makin sulit terdeteksi. Karena itu, dia mengusulkan, agar ada program petugas kesehatan mengunjungi rumah masyarakat.
“Penjangkauan ke rumah-rumah harus dilakukan petugas. Tujuannya mendeteksi kasus-kasus yang belum ketahuan. Terutama di rumah-rumah keluarga. Disiplin prokes di manapun, termasuk di rumah. Jangan merasa orangtua, saudara, terus merasa aman,” imbaunya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.