Sebelumnya
Azyumardi Azra menyampaikan hal serupa. Kata dia, bangsa Indonesia mengalami banyak kemunduran dalam berbagai aspek menjelang 100 tahun kemerdekaan. Padahal, sejumlah lembaga survei internasional telah memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara terkuat di dunia, masuk dalam 5 besar negara terkuat ekonominya.
Akan tetapi, menurut dia, pandemi telah menimbulkan kemunduran dalam berbagai hal, termasuk di dalam pengambilan keputusan pemerintah. Misalnya, komunikasi yang macet, istilah-istilah yang terus berubah, PSBB, PPKM dan seterusnya, yang membuat masyarakat juga kebingungan.
Baca juga : Syarief Hasan: Pandemi Bikin Pengangguran Dan Kemiskinan Meningkat
Azyumardi mengatakan, salah satu aspek yang harus dibenahi adalah rekonsolidasi dalam berbagai aspek kehidupan politik, sosial, dan budaya. Rekonsolidasi itu, kata dia, dilakukan dengan tujuan menciptakan kembali keseimbangan kelembagaan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Sementara itu, Mahfud MD mengatakan, semua negara di dunia saat ini hampir mengalami penurunan indeks demokrasi. Hal itu antara lain disebabkan oleh adanya pandemi. Namun, Mahfud enggan menjadikan pandemi Corona ini sebagai satu-satunya faktor yang menyebabkan penurunan indeks demokrasi.
Baca juga : Pasca Pandemi Diharapkan Desa Wisata Kembali Bangkit
Menurut Mahfud, ada faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi turunnya indeks demokrasi, yakni turunnya budaya hukum di Indonesia lantaran intoleransi menguat.
Sedangkan Fadjroel mengatakan, apa yang disampaikan dalam diskusi tersebut termasuk apa yang disampaikan Anies, menandakan optimisme masih hidup di Republik ini. Optimisme adalah kewajiban moral.
Baca juga : Antibodi Vaksin Sinovac Anjlok Setelah 6 Bulan, Haruskah Panik?
“Memang demokrasi tidak pernah lurus jalannya. Butuh orang-orang yang optimis yang mengembalikan kembali ke jalurnya. Selalu ada optimistis yang mengembalikan ke jalurnya. Ini merayakan optimise mengembalikan demokrasi kebablasan jalannya,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.