RM.id Rakyat Merdeka - Warga Jakarta penderita autoimun (gangguan imunitas) sebaliknya berhati-hati melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab, ada pasien mengidap autoimun tertentu yang reaksi tubuhnya kontraproduktif bila menerima vaksin.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Kristy Wathiny mengungkapkan, sudah ada 100 orang pederita autoimum mendaftar untuk menerima vaksin Moderna. Menurutnya untuk mendapatkan vaksin itu, pendaftar harus warga pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta atau berdomisili di DKI Jakarta. Sebab, jumlah vaksinnya terbatas. Selain itu, harus mendapatkan rekomendasi dokter.
Baca juga : Menko Airlangga Minta Fokus Tingkatkan 3T, Vaksinasi, Dan Isoter
“Ada 35 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Jakarta yang akan melayani vaksinasi Covid-19 Moderna bagi pengidap autoimun,” ungkap Kristy, di Jakarta, kemarin.
Pengidap autoimun Ella mengaku tak kesulitan mendapat vaksin Moderna.
Baca juga : PKS Suaranya Keras Sekali
“Daftar di link tersedia, datang, konsultasi dengan dokter, screening di lokasi, akhirnya boleh dapat vaksin Moderna,” aku perempuan bernama Ella di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/8).
Baginya, vaksinasi amat penting. Soalnya, hampir seluruh aktivitas di DKI Jakarta mensyaratkan sertifikat vaksin.
Baca juga : Geo Dipa Energi Gelar Vaksinasi Massal Covid-19 Di Banjanegara
Ketua Pengurus Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Profesor Iris Rengganis mengingatkan, ada beberapa kondisi pasien autoimun yang belum boleh disuntik vaksin Covid-19. Di antaranya, pasien autoimun yang masih mengonsumsi obat imunosupresan dan streroid dosis tinggi.
“Kalau dia masih minum obat imunosupresan dalam dosis tinggi, steroid dosis tinggi, itu belum bisa divaksinasi,” ujar Iris, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.