Dark/Light Mode

Syaratnya Wajib Punya Sertifikat Vaksin Covid-19

Aktivitas Dan Kantor Di Jakarta Bersiap-siap Normal Kembali

Senin, 2 Agustus 2021 05:05 WIB
Ilustrasi. Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). (Foto : ANTARA)
Ilustrasi. Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). (Foto : ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seluruh sektor di DKI Jakarta bersiap dilonggarkan. Masyarakat yang sudah divaksin, boleh menjalankan aktivitas seperti normal.

Saat ini, di DKI Jakarta masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 mencapai 7,5 juta orang. Dengan angka tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuka kegiatan, baik di sektor sosial, budaya, ekonomi dan keagamaan.

“Kami memutuskan vaksin menjadi bagian dari tahapan untuk kegiatan di masyarakat baik kegiatan ekonomi, keagamaan, sosial, budaya di Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui video yang diunggah melalui kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Berita Terkait : Wah, Kantor Pemerintah Banyak Yang Langgar Prokes?

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menjelaskan, latar belakang vaksin Covid-19 jadi syarat berkegiatan di Jakarta. Pertimbangannya, kata dia, adalah kemanfaatan vaksin berdasarkan riset dan fakta di lapangan.

Dari 4,2 juta warga DKI Jakarta yang sudah divaksin, ungkap Anies, minimal dosis pertama, hanya 2,3 persen yang terinfeksi Covid-19. Kemudian dari 2,3 persen itu, sebagian besarnya tidak bergejala atau bergejala ringan. Yang meninggal hanya 0,013 persen atau sekitar 13 kasus per 100 ribu penduduk.

“Data ini menunjukkan, vaksinasi terbukti mampu menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat Covid-19,” klaim Anies.

Berita Terkait : Beneran Nih, Nggak Di-PHP?

Namun, kata dia, pelonggaran aktivitas di Jakarta akan dilakukan secara bertahap. Tahapan-tahapan tersebut dipastikan harus ada keterkaitan dengan vaksinasi. “Contohnya, bila tokoh keagamaan ingin membuat sebuah acara, maka para penyelenggara harus sudah divaksin, pun para pesertanya,” ujarnya.

Kemudian, kantor-kantor non-esensial yang ingin melaksanakan work from office (WFO) juga diperbolehkan, asal seluruh karyawannya telah menerima suntikan vaksin Covid-19. Begitu juga restoran yang ingin melayani dine in alias makan di tempat, pemilik dan pengunjung restoran harus sudah divaksin Covid-19.

Untuk teknis verifikasi dan validasi warga yang sudah divaksin Covid-19 atau belum, mantan Rektor Universitas Paramadina itu menjelaskan, akan menggunakan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) dan SMS dari PeduliLindungi sebagai bukti vaksinasi.
 Selanjutnya