BREAKING NEWS
 

Positivity Rate Terendah Se-Indonesia

Tes PCR Di Jakarta Sudah 2,5 Kali Standar PPKM Level 3

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 2 September 2021 20:11 WIB
Ilustrasi pengujian spesimen PCR (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berdasarkan laporan hasil evaluasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 31 Agustus 2021, positivity rate spesimen di DKI Jakarta terendah se-Indonesia.

Hal ini menunjukkan kuatnya komitmen Pemprov DKI Jakarta, dalam mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang mendukung rendahnya angka positivity rate di Jakarta adalah keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam melaksanakan testing, tracing dan treatment (3T).

“Alhamdulillah, positivity rate spesimen di DKI Jakarta sudah mencapai 6,8 persen. Terendah se-Indonesia berdasar data dari Kemenkes. Kasus aktif di Jakarta terus turun, karena adanya upaya-upaya dari semua pihak yang berkolaborasi bersama Pemprov DKI Jakarta. Serta memberikan dukungan dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Kamis (2/9), seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Dinkes DKI Jakarta telah melatih petugas testing dan tracing untuk secara sigap menelusuri kontak erat dari warga yang diketahui terpapar Covid-19.

Baca juga : Resepsi Pernikahan Masih Haram Digelar Di Wilayah PPKM Level 4

Atas upaya tersebut, testing PCR di Jakarta mencapai 252,67 persen atau 2,5 kali standar testing PCR PPKM Level 3.

Merujuk data Kemenkes, testing PCR di Jakarta menjadi yang tertinggi se-Indonesia. “Tracing ratio yang sebesar 6,7 juga sudah cukup baik. Karena artinya dari 1 kasus positif, telah dilakukan tes PCR 6-7 orang kontak erat. Tracing ratio pun akan terus kami tingkatkan, agar bisa di atas 10 sesuai dengan target dari Kemenkes yang ada di laporan SILACAK,” jelasnya.

SILACAK merupakan aplikasi buatan Kemenkes, untuk mendukung program penguatan tracing di seluruh wilayah Indonesia.

Adsense

Dwi menjelaskan, Dinkes DKI Jakarta telah melatih petugas testing dan tracing di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta untuk segera memasukkan data secara tertib dan rapi ke sistem SILACAK begitu mengetahui ada warga yang terpapar Covid-19.

Baca juga : Laporkan 468 Kasus Baru, Positivity Rate Sepekan Jakarta Kini 5,3 Persen

Namun, masih ada beberapa kendala di sistem SILACAK, karena NIK kontak erat yang sudah pernah dimasukkan, tidak dapat dimasukkan kembali.

“Karena 1 orang ini bisa menjadi kontak erat beberapa orang dalam beberapa periode, namun tidak dapat dimasukkan kembali ke sistem SILACAK. Untuk itu, kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk mengatasi ini,” ungkap Dwi.

Ke depannya, Pemprov DKI akan terus meningkatkan 3T guna menekan laju penularan atau positivity rate di wilayah DKI Jakarta, serta berbagai upaya lainnya dalam rangka percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Seperti, program vaksinasi yang masih secara aktif dilakukan, dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.

Baca juga : Kasus Covid Terendah Se-Indonesia, Kapolri Apresiasi Penanganan Covid-19 Di Papua Barat

“Data-data yang ada menunjukkan capaian DKI Jakarta dalam menangani pandemi sudah menunjukkan tren penurunan kasus. Namun, kita tidak boleh lengah dan tetap harus waspada," papar Dwi.

Untuk itu, Pemprov DKI akan terus memonitoring kondisi pandemi di DKI Jakarta, serta memperkuat 3T dan gencar melakukan vaksinasi supaya kekebalan komunal di DKI bisa terbentuk secara optimal.

"Kita semua juga tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan secara disiplin,” tegasnya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense