Sebelumnya
“Saya bicara dengan Nadiem (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi-red), ini (temuan kasus) normal. Kita harus belajar hidup berdampingan dengan Covid-19,“ kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (27/9).
Dipaparkannya, dalam mengawasi PTM, pihaknya mengambil sampel dari 2.271 murid di 22 sekolah di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 158 murid masih menunggu hasil tes PCR. Selain itu, 66 orang dinyatakan positif Covid-19. Rinciannya, 21 murid berasal dari SMP PGRI 20 Duren Sawit, 12 murid MTS 29 Jakarta Cipayung, 10 murid SMKN 66 Lubang Buaya, dan 5 murid SMAN 11 Cakung.
Baca juga : Banyak Siswa Tak Pake Masker Dan Cuci Tangan
Selain itu, 3 anak positif Covid-19 adalah siswa SDN 06 Pademangan Timur, 2 murid SD Bina Insani Mandiri Srengseng, dan 2 murid SDN 02 Pondok Ranggon. Selebihnya, 1 murid positif masing-masing ditemukan di SDN 05 Rawasari, SMAN 20 Sawah Besar, SDN 05 Meruya Utara, SMA Yadika 5 Joglo, dan SMAN 65 Jakarta Barat.
Budi menegaskan, temuan 1 orang positif di satu sekolah bukan berarti telah terjadi klaster. Kecuali, temuan 21 orang positif di sebuah sekolah, kemungkinan telah terjadi klaster. Meski demikian, ditegaskannya, dengan temuan tersebut tak berarti Pemerintah harus mundur dan menarik kembali PTM.
Baca juga : DPR Minta Pembelajaran Tatap Muka Dievaluasi
Pemerintah akan melakukan sampling surveilans untuk mengevaluasi PTM. Ini dilakukan dengan mengidentifikasi sekolah di Kabupaten/Kota yang melakukan PTM. Random sampling sebesar 10 persen akan diambil dari total sekolah yang menggelar PTM. Tes PCR dilakukan kepada individu, baik siswa dan pengajar.
Nantinya, hasil surveilans akan digunakan untuk menentukan kelanjutan PTM. Untuk hasil positif kisaran 1-5 persen, dapat tetap melaksanakan PTM khusus. Sedangkan jika random sampling menghasilkan positif Covid-19 di atas 5 persen, maka seolah harus tutup selama 14 hari.
Baca juga : Cegah Penyebaran Corona, Setiap Sekolah Harus Miliki Satgas Covid-19
“Jadi kalau ada outbreak, kami hanya mengunci satu sekolah saja. Tidak usah semua sekolah ditutup,” tegasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.