Sebelumnya
“Penataan kampung kota dengan menggunakan pendekatan CAP adalah Kampung Akuarium. Namun, dalam penerapannya tidak seutuhnya memberikan kepastian hak atas tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Akuarium,” ungkapnya.
Susah Air Bersih
Baca juga : Ini Tiga Prioritas Penggunaan Dana Desa 2022
Pengacara publik LBH Jakarta, Charlie Albajili mengkritisi Program Penyediaan Air Bersih. Menurutnya, banyak orang miskin sulit mengakses air bersih.
Permasalahan ini dapat ditemui pada pinggiran-pinggiran kota, wilayah padat penduduk, dan pemukiman masyarakat tidak mampu.
Baca juga : Wapres Sebut Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Di Era Covid-19
“Selain aksesnya yang sulit, kualitas air di DKI Jakarta juga buruk. Air tidak layak digunakan atau dikonsumsi oleh masyarakat,” imbuh Charlie.
Kemudian, lanjutnya, warga yang tinggal di bantaran kali pun selalu menjadi langganan banjir. Karena, penanganan banjir belum mengakar pada beberapa penyebab banjir. Banjir Jakarta sebenarnya bukan hanya satu tipe banjir saja. Namun terdapat tipe banjir yakni hujan lokal, banjir kiriman hulu, banjir rob, banjir akibat gagal infrastruktur, dan banjir kombinasi.
Baca juga : Lestari: Kasus Melandai Jangan Abai, Pencegahan Harus Meningkat
Dia menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hanya menyikapi banjir tipe luapan air sungai. Akibatnya, fokus penanganan banjir di wilayah Jakarta hanya menghilangkan hambatan pada aliran sungai dari hulu ke hilir dan pengerasan atau betonisasi di wilayah aliran sungai.
Charlie juga menyoroti belum maksimalnya kinerja Pemprov DKI terkait penanganan permasalahan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Padahal, wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan wilayah dengan karakteristik dan kompleksitas kerentanan yang jauh berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah lain. “Masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil harus berhadapan dengan ancaman terhadap kelestarian ekosistem dan konflik agraria,” kata Charlie.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.