BREAKING NEWS
 

Dari PBNU Ke Kampus UMJ, Ahmad Soleh Wujudkan Dakwah Berkemajuan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 22 November 2025 20:57 WIB
Ahmad Soleh wisudawan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (MIKOM FISIP UMJ). (Dok. Pribadi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di usia kepala lima, Ahmad Soleh membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas. Pria yang akrab disapa Soleh Sofyan ini bukan hanya aktif sebagai dai lintas organisasi Islam, tetapi juga merupakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kini, ia resmi menjadi wisudawan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (MIKOM FISIP UMJ).

Soleh menyebut keputusannya melanjutkan pendidikan di UMJ merupakan pilihan sadar dan strategis. Ia melihat UMJ sebagai ruang akademik moderat, inklusif, dan berkomitmen terhadap pendidikan berkemajuan.

“Di sini saya menemukan lingkungan yang mendorong disiplin, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan pandangan,” kata Soleh, dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025). 

Sebagai pendakwah, Soleh melihat komunikasi dan dakwah merupakan dua hal yang saling menguatkan. Ia menilai studi komunikasi yang ia tempuh sangat relevan untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan dakwahnya.

Baca juga : Pertamina EP Komit Berdayakan Lingkungan Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

“Ilmu komunikasi yang saya pelajari di UMJ membantu saya berdakwah dengan cara yang lebih halus dan menyentuh. Banyak materi kuliah yang langsung saya praktikkan di kanal YouTube, Instagram, dan TikTok,” kata Soleh.

Meski aktivitas dakwah dan organisasi cukup padat, ia menerapkan prinsip disiplin dalam membagi waktu. "Saat belajar fokus pada akademik, dan ketika berdakwah totalitas pada amanah organisasi," imbuhnya. 

Adsense

Berbekal pengalaman di dunia akademik dan dakwah, Soleh meyakini perbedaan bukan alasan untuk berjarak, melainkan peluang untuk bersinergi. Ia kerap menjadi jembatan antara NU dan Muhammadiyah, dua ormas Islam terbesar di Indonesia.

“Saya pernah mengisi ceramah Maulid Nabi yang diselenggarakan bersama oleh kader NU dan Muhammadiyah. Dari situ terasa bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menyatukan dua ormas besar ini,” ujarnya.

Baca juga : Propan Komit Wujudkan Pembangunan yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Menurut Soleh, dakwah NU dan Muhammadiyah memiliki tujuan yang sama. Yakni menyebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, ia mendorong generasi muda kedua ormas untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.

“Generasi muda NU dan Muhammadiyah harus sering berkolaborasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya. Kita harus keluar dari fanatisme sempit dan menempatkan ukhuwah Islamiyah serta semangat kebangsaan sebagai prioritas utama,” pesannya.

Soleh mengaku membawa dua nilai penting dari UMJ ke dalam kiprahnya di PBNU. Disiplin dan pendidikan berkemajuan.

“UMJ mengajarkan bahwa kemajuan umat tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi harus dibangun dengan ilmu dan etika,” ujarnya.

Baca juga : Dari Tambang Untuk Rakyat: ANTAM Pongkor Wujudkan Kemandirian Desa

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi dakwah yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman. Ia bahkan mendorong penguatan dialog lintas organisasi mahasiswa melalui kajian, forum diskusi, dan kegiatan literasi bersama.

“Saya ingin teman-teman Muhammadiyah lebih banyak berinteraksi dengan sahabat-sahabat di NU, dan begitu pula sebaliknya. Bukan untuk melebur identitas, tetapi untuk saling memahami dan belajar satu sama lain,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense