BREAKING NEWS
 

Corona Jinak

Saatnya, Ekonomi Menuju Ke Puncak

Reporter & Editor :
APRIANTO
Sabtu, 20 November 2021 08:10 WIB
Presiden Jokowi saat berbicara pada Kompas100 CEO Forum 2021, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11/2021). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
“Saya sudah sampaikan kepada provinsi, kabupaten, dan kota agar jalan-jalan yang sudah kita bangun ini. Misalnya jalan tol ini, segera dihubungkan dengan kawasan pertanian, kawasan pariwisata, kawasan perkebunan, kawasan industri. Itu tugasnya provinsi, kabupaten, dan kota,” pesannya.

Optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus berdaya dan meningkat pada kuartal IV-2021. “Didukung oleh perbaikan kinerja ekspor kenaikan belanja fiskal pemerintah, dan peningkatan konsumsi dan investasi,” cetusnya.

Adsense

Baca juga : Lawan Persib, Saatnya Persija Merangkak Ke Papan Atas

Optimisme itu berdasar pada peningkatan indikator dini pada awal November 2021. Seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran, ekspektasi konsumen, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, serta realisasi ekspor impor.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, juga yakin dengan prospek pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021. “Sampai hari ini, kami yakin ekonomi di kuartal IV-2021 akan naik cukup kuat dan membaik sesudah mengalami penurunan akibat kasus Covid-19 varian Delta,” ujarnya.

Baca juga : Dipuji-puji Luhut, Anies Gembira

Potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir tahun ini didorong oleh peningkatan sejumlah indikator dini. Seperti IKK, penjualan ritel, PMI Manufaktur, serta peningkatan ekspor dan impor.

Sri Mulyani juga menyebut, perbaikan ekonomi terlihat dari kondisi pasar keuangan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) mengalami perbaikan dan ada penurunan spread dari US Treasury (UST). “Tadinya awal Juli 2021 spread mencapai 512 bps, sekarang turun jadi 449 bps,” sebutnya.

Baca juga : Wapres Minta Rakyat Melek Ekonomi Dan Keuangan Syariah

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai, perekonomian Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan di 2022. Meski tahun tersebut menjadi masa emas pemulihan ekonomi. Seperti lonjakan harga energi yang mempengaruhi besaran subsidi energi, rencana tapering bank sentral AS, hingga perubahan iklim.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense