Sebelumnya
Dia menambahkan, setelah dilakukan diskusi dan musyawarah terkait kondisi carut marut PBNU akhir-akhir ini, pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan tiga kesepakatan. Bentuknya berupa imbauan dan ajakan bagi seluruh jam’iyyah NU untuk membangun ukhuwah (persaudaraan), karena sesuai dengan tujuan utama para muassis mendirikan NU.
"Makanya, di imbauan pertama, kita berharap para pengurus hendaknya menjaga ukhuwah ini. Jangan sampai kemudian apa yang disampaikan oleh Hadratus Syaikh, pesan beliau janganlah perbedaan itu menyebabkan perpecahan. Ini harus kita pegang, para pengurus terutama hendaknya memegang dawuh (amanat) ini," tutur Gus Fahmi.
Poin kedua, mengimbau semua pihak mengedepankan akhlaqul karimah dengan menjaga tradisi tabayyun. Tidak mengeluarkan keputusan sendiri-sendiri.
Baca juga : Gaspol Bangkitkan Ekonomi, Sandi Uno Gelar Kejuaraan Paralayang Di Jeneponto
"Karena bagaimanapun juga pengurus itu bukan personal tetapi kolektif kolegial. Jadi hendaknya keputusan itu diambil secara bersama-sama musyawarah untuk mufakat,” imbuhnya.
Menurut Gus fahmi, Dzurriyah Muassis NU juga berharap kepada semua pihak, terutama kiai-kiai sepuh, untuk menahan diri, tidak melakukan aksi dukung mendukung terhadap salah satu pihak.
"Apa yang dilakukan oleh kyai-kyai ini memberikan dukungan kepada salah satu pihak akan berpotensi menyebabkan perpecahan. Jadi sebaiknya masing-masing bisa menahan diri," pinta Gus Fahmi.
Baca juga : Kunker Menag Buahkan Hasil, Kerinduan Ke Tanah Suci Bakal Terobati
Kalaupun ingin mendukung, sebaiknya tidak perlu dipublikasikan dan tidak diumumkan karena berpotensi memecah belah. Terakhir, Gus Fahmi mengajak agar menjaga suasana tetap sejuk, tetap damai, sehingga semua yang dicita-citakan dapat tercapai.
Sementara itu, KH Abdul Wahab Yahya selaku dzuriyyah Mbah Chasbulloh Tambakberas Jombang yang juga merupakan Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, menyampaikan keprihatinannya.
"Sebagai Panglima Asparagus Nusantara, saya menyampaikan keprihatinan yang sedalam-dalamnya terkait proses berjalannya agenda Muktamar. Yang berpotensi perpecahan Nahdliyin akibat polarisasi dukung mendukung yang jauh dari ahlaqul karimah dan jauh dari amanat pendiri Nahdlatul Ulama," tegas Gus Wahab.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.