BREAKING NEWS
 

Pembukaan Bali Democracy Forum 2021

Menlu Retno Curhat Soal Pengaruh Buruk Pandemi Bagi Demokrasi

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : SAIFUL BAHRI
Kamis, 9 Desember 2021 13:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. (Foto : Kemenlu)

 Sebelumnya 
Retno menyebut pandemi Corona telah memperburuk tren demokrasi yang saat ini tengah berkembang. Cara-cara menjalankan pemerintahan, kata dia, harus berubah untuk menghadapi pandemi Corona.

Menurutnya, pandemi memaksa banyak negara untuk mengubah cara mereka memerintah. Salah satu tantangannya adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara menegakkan nilai-nilai demokrasi dan memperkenalkan langkah-langkah sementara untuk mengelola pandemi. 

Retno pun memberikan tiga poin untuk memperbaiki demokrasi yang terusik akibat pandemi. "Pertama, kita harus memegang teguh prinsip kesetaraan untuk memastikan pemulihan yang cepat," tutur Retno.

Baca juga : Menkop Teten Dorong Penyadap Nira Banyumas Berkoperasi

Retno mengatakan, dalam demokrasi, kesetaraan adalah mengenai keadilan. Karenanya, ia menegaskan, setiap orang harus memiliki kesempatan yang setara untuk menang melawan pandemi Covid-19.

Untuk itu, kata Retno, kita harus memastikan akses vaksin yang setara bagi semua. "Kedua, kita harus mendorong kebijakan yang inklusif untuk memastikan pemulihan bagi semua," lanjutnya.

Dalam demokrasi, terang Retno, inklusivitas berarti partisipasi seluruh rakyat dalam semua aspek tata kelola pemerintah. Ia menegaskan, tidak ada yang boleh tertinggal dalam proses pemulihan, dan semua aspirasi harus didengarkan sesuai dengan semangat demokrasi.

Baca juga : Anies: Sektor Kreatif Topang Pemulihan Ekonomi Nasional

"Ketiga, kita harus mewujudkan arsitektur ekonomi global yang adil untuk mempercepat pemulihan," imbuh Retno.

Dia menuturkan, dalam demokrasi keadilan berarti setiap orang dapat memperoleh haknya dan mencapai kemakmuran. "Artinya, setiap negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk pulih," tegas Retno.

Karenanya, lanjut dia, lingkungan internasional yang mendukung diperlukan agar negara-negara dapat pulih dengan baik. Retno menegaskan, tidak boleh ada monopoli dalam partisipasi di ekosistem rantai pasok global.

Baca juga : Menko Polhukam: Terima Kasih Bikin Indonesia Bangga

Retno berharap BDF dapat menjadi ajang untuk saling belajar mengenai nilai kesetaraan, inklusivitas, dan keadilan. Dia menginginkan BDF menjadi bagian dalam membantu pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Acara ini diikuti oleh 335 peserta dari 95 negara serta 18 pejabat setingkat menteri. Sejumlah tokoh bak1al hadir dalam BDF ke-14 ini, antara lain Sekjen PBB Antonio Guterres serta Menlu Amerika Serikat Antony Blinken. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense