Sebelumnya
Karena itu, ia mengimbau para orang tua agak tidak ragu-ragu memberikan vaksin untuk anak-anaknya. Apalagi saat ini sudah masuk virus Corona varian Omicron. “Manfaat vaksinasi sangat besar dalam memberikan perlindungan terhadap virus Corona,” tegas Nadia, kemarin.
Kata dia, vaksin Covid-19 dosis lengkap dapat membantu meringankan gejala penyakit ketika seseorang terjangkit virus. Sehingga jumlah kasus dan angka kematian tetap terkendali dan faskes tidak overload.
Kemenkes mengungkapkan, Indonesia berhasil masuk dalam jajaran 5 besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia, yaitu 166,65 juta sasaran. Berdasarkan data Our World in Data per tanggal 4 Januari 2022, Indonesia sudah menyuntikkan vaksin sebanyak 283.554.361 dosis. Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, Amerika Serikat, kemudian diikuti Brazil di peringkat kelima.
Baca juga : SehatQ Dan Novell Pharmaceutical Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Di Tangerang
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, raihan ini tidak terlepas dari dukungan dan upaya bersama dari seluruh elemen bangsa yang menyukseskan program vaksinasi nasional sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengakhiri pandemi di Tanah Air.
Menkes memastikan stok vaksin Covid-19 dalam negeri aman. Kendati ada tambahan jumlah sasaran, yakni anak usia 6-11 tahun serta tambahan untuk vaksinasi booster (dosis ketiga) pada 12 Januari mendatang, Menkes meyakini jumlah vaksin yang tersedia masih mencukupi.
Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengingatkan agar publik tetap tenang dalam merespons penambahan kasus Omicron. Kata dia, seringkali judul berita di media yang membuat publik panik. Pandu menilai keberadaan kasus Omicron di Indonesia masih terkendali. Karena kebanyakan terdeteksi pada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
Baca juga : Dinkes DKI Siapkan Sentra Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Di Luar Sekolah
“Kalau ada (penularan komunal), selama tidak membebani layanan kesehatan, juga tidak perlu panik dalam respons kebijakan,” kata Pandu, di akun Twitter miliknya, @drpriono1, kemarin.
Pandu mengungkapkan, memasuki tahun 2022, lebih dari 85 persen penduduk Indonesia mempunyai kekebalan yang tinggi. Selain itu, dari hasil survei yang dilakukan Kemenkes diketahui orang Indonesia memiliki kekebalan hibrid yang dibentuk oleh kombinasi riwayat infeksi dan vaksinasi, kadar antibodi yang sangat tinggi dan dapat diandalkan untuk menekan lonjakan kasus.
Meski begitu, harus tetap waspada dengan meningkatkan terus vaksinasi agar tetap tinggi dan perilaku pakai masker dan prokes agar bisa menghadapi lonjakan dengan varian Omicron.
Baca juga : Kalau Sudah Kebal, Omicron Pun Ngacir
“Perlu diingatkan lagi, pencegahan infeksi terhadap virus Corona apapun variannya. Vaksinasi tekan risiko hospitalisasi, pakai masker dan hindari tempat dengan ventilasi buruk cegah infeksi. Yang terbaik semua dilakukan,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.