Sebelumnya
Namun begitu, ia menegaskan, kalau isu IKN tidak akan didiskusikan sebagai policy. “Karena ibu kota baru bukan policy negara B20, tapi khusus untuk Indonesia,” tegas Shinta.
Menurut dia, porsi fokus isu dalam kegiatan Task Force adalah isu yang menjadi fokus bersama. Untuk persentase pembahasan isu bersama sebesar 70 persen. Sementara 30 persen isu merupakan kewenangan Indonesia sebagai tuan rumah.
Ia juga menerangkan, salah satu action council yang dibahas yakni terkait Women in Business, alias peningkatan peran perempuan di bidang ekonomi. “Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, mempromosikan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dalam dan antarnegara,” tuturnya.
Baca juga : Kasus Baru Dan Kematian Di Indonesia Jauh Lebih Rendah Dari Negara Lain
Untuk diketahui, Kamis malam (27/1), Presiden Jokowi meresmikan B20 Inception Meeting 2022. Pada kesempatan itu ,dihadiri pula mantan Perdana Menteri Inggris yang juga Ketua Eksekutif Institut Tony Blair untuk Perubahan Global, Tony Blair.
Jokowi mengajak negara yang tergabung dalam G20 dan B20 untuk berkolaborasi menciptakan terobosan. Bahkan aksi nyata untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global.
Hal itu sejalan dengan fokus utama Presidensi G20 Indonesia. Pertama, transisi menuju green economy. Kedua, tren digital ekonomi yang semakin pesat. Ketiga, perbaikan arsitektur kesehatan global yang lebih responsif dalam menghadapi pandemi global.
Baca juga : Sukses Di Indonesia, Finantier Bidik Pasar Asia Tenggara
Penanggung Jawab Presidensi B20 yang juga Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, Forum B20 akan membahas tiga isu prioritas: kemajuan inovatif, inklusif, dan pertumbuhan kolaboratif yang sejalan dengan G20. Forum B20 juga bisa mengarah pada stimulus pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi semua negara, yang akan merekomendasikan kebijakan.
Ia berharap, melalui penguasaan ketiga aspek tersebut maka visi besar membawa bangsa Indonesia menjadi ekonomi terbesar ke-7 dunia pada 2030 bisa terwujud. Pemerintah menginginkan Forum B20 ini sebagai titik lompatan Indonesia keluar dari krisis ekonomi.
Pasalnya, kata dia, forum ini mempertemukan pemimpin bisnis perusahaan multinasional, organisasi dan komunitas bisnis dari seluruh negara anggota G20 yang akan memberikan rumusan dan masukan mengenai pemulihan ekonomi di masa pandemi. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.