Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Baru Dan Kematian Di Indonesia Jauh Lebih Rendah Dari Negara Lain

Kamis, 27 Januari 2022 11:10 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama
Prof Tjandra Yoga Aditama

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 25 Januari 2022, World Health Organization (WHO) melaporkan situasi Covid-19 pada minggu antara 17 dan 23 Januari 2022, dibandingkan dengan angka seminggu sebelumnya. Pada periode tersebut, negara dengan jumlah kasus terbanyak adalah Amerika Serikat (4.215.852 kasus baru, turun 24 persen dari minggu sebelumnya), Perancis (2.443,821 kasus baru, naik 21 persen), India (2.115.100 kasus baru, naik 33 persen), Italia (1.231.741 kasus baru, sama dengan jumlah minggu sebelumnya) dan Brazil (824.579 kasus baru, naik 73 persen dari minggu sebelumnya). 

Jumlah kematian terbanyak dalam seminggu terjadi di Amerika Serikat (10. 795 kematian dalam seminggu, turun 17 persen dari minggu sebelumnya), Rusia (4.792 kematian, penurunan 7 persen), India (3.343 kematian, naik 47 persen), Itali (2.440 kematian, naik 24 persen) dan Inggris (1.888 kematian seminggu, sama seperti minggu sebelumnya). 

Berita Terkait : Airlangga Minta Pengusaha Lebih Fleksibel Dan Adaptif

Kalau kita lihat angka kasus baru dan kematian ini maka tentu angka Indonesia masih jauh lebih rendah. Data 24 Januari 2022 menunjukkan angka rata-rata mingguan kasus baru sehari adalah 2.412 orang. Sementara di tanggal 17 Januari 2022, angkanya baru 825 kasus. Jadi sudah naik pesat, walaupun memang belum setinggi negara-negara yang tertulis di atas. Apalagi kasus baru pada 26 Januari 2022 sudah lebih dari 7.000 kasus. 

Tentang varian, dari 372.680 sampel sekuen yang dimasukkan ke GISAID dari berbagai negara di dunia berdasar spesimen yang dikumpulkan dalam 30 hari terakhir, maka 332.155 (89,1 persen) adalah Omicron, 39.804 (10,7 persen) adalah Delta, 28 (<0,1 persen) sekeu Gama 4 (<0,1 persen) adalah Alfa dan 2 sekeu (<0,1 persen) adalah varian  lain yaitu Mu  dan Lambada yang tergolong dalam Voice of Interest (Vol).

Berita Terkait : Indeks Persepsi Korupsi 2021, Indonesia Peringkat 96 Dari 180 Negara

Seperti diketahui, varian Omicron meliputi jenis B.1.1.529, BA.1, BA.2 dan BA.3. Data GISAID pada 25 Januari 2022 menunjukkan 98,8 persen di antaranya adalah BA.1, walaupun jumlah negara yang melaporkan BA.2 juga makin banyak. 

Dalam hal ini perlu juga dicek tentang kemungkinan BA.2 di Indonesia, dengan berbagai analisa kemungkinan dampaknya bila memang sudah ada. Kita ketahui bahwa BA.2 dikenal sebagai stealth Omicron atau Omicron yang menipu, khususnya karena adanya delesi fenomena S gene target failure (SGTF) sehingga dapat tidak terdeteksi oleh pemeriksaan PCR SGTF yang kini justru mulai diperbanyak di negara kita. 

Berita Terkait : Yang Sembuh Lebih Banyak, Yang Dirawat Sedikit Banget

Sekarang memang jumlah BA.2 masih amat kecil, tapi kalau jumlahnya makin banyak, maka bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kebijakan yang perlu diambil. Di beberapa negara, BA.2 ini makin meningkat. Seperti di India dan Filipina. Dan juga mulai ada laporan antara lain dari Denmark, Inggris dan Jerman. (*)

Penulis: Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P Dan Ka Balitbangkes.