Sebelumnya
“Ini sejalan dengan arahan Presiden terkait peningkatan investasi, nilai tambah dan memperluas pasar ekspor. Termasuk membuka pasar ekspor baru,” kata Agus.
Berkaitan dengan invetasi, pada sektor otomotif sepanjang 2021 telah mencatat nilai sebesar Rp 22,5 triliun. Naik 220 persen dari total nilai investasi di tahun sebelumnya.
Baca juga : Humas Indonesia Perlu Kembangkan Kompetensi
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, ekspor mobil ke Negeri Kanguru membuktikan kualitas produk otomotif dan sejarah baru bagi Indonesia.
Pasalnya, Australia dikenal memiliki spesifikasi ketat dalam impor produk otomotif, seperti spesifikasi bahan bakar, emisi dan keamanan.
Baca juga : A Day In Indonesia Semarakkan Promosi Budaya Di Hongaria
“Dengan menembus pasar Australia, Indonesia telah ekspor ke empat benua. Amerika, Afrika, Asia dan Australia,” jelas Agus.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, potensi ekspor terbuka lebar karena berbagai pabrikan kendaraan hengkang dari Australia.
Baca juga : Kemenperin Buka Program D1 Penjaminan Mutu Industri Pangan
Salah satunya General Motors (GM) yang berhenti produksi di Australia pada 20 Oktober 2017.
“Dengan habisnya industri perakitan di Australia, maka potensi kekosongan pasar tersebut paling ekonomis diekspor dari Indonesia, yang secara geografis paling dekat dengan Australia,” katanya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.