Sebelumnya
“Menghadapi Omicron itu tidak cukup hanya 2 dosis. Harus juga dengan 3 dosis atau booster,” kata Dicky kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Menurutnya, vaksinasi dosis ketiga yang saat ini masih di kisaran 5 persenan, harus terus digenjot lagi. Minimal, sebutnya, Indonesia harus mengejar cakupan 25 persen untuk meminimalisir resiko. Khususnya jelang bulan puasa Ramadhan.
“Dosis 2 okelah 75 persen misalnya, dosis 3 nya harus 25 persen. Ini yang harus dikejar. Sehingga kita dalam situasi yang lebih, bukan aman tapi setidaknya jauh lebih baik,” pungkasnya.
Baca juga : Polri Temukan Ladang Ganja Seluasnya 6,28 Hektar di Aceh
Melihat data terakhir, tren kasus konfirmasi positif harian terus menurun. Dari 30.156 orang pada Sabtu (5/3) lalu, turun penambahannya menjadi 24.867 orang, perkemarin. Kasus aktif juga dilaporkan turun sebesar 24.467 kasus.
Angka kematian juga turun menjadi 254 orang, kemarin. Lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, yakni Sabtu, mencapai 322 orang.
Yang mengalami kenaikan adalah angka kesembuhan. Kemarin mencatatkan 49.080 kasus sembuh. Lebih tinggi dibandingkan Sabtu lalu, 46.669 kasus.
Baca juga : Terima SK Laznas, Mandiri Amal Insani Siap Kelola Zakat Masyarakat
Kapan Masuki Ke Fase Endemi?
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito memberi gambaran kapan sebetulnya Indonesia bisa memasuki fase endemi. Antara lain, ketika Indonesia berhasil melewati gelombang kedua dengan kasus sangat rendah dan angka kematian nol.
“Keadaan terkendali seperti itu dan berlangsung lama, maka saat seperti itulah yg bisa disebut Indonesia masuk endemi,” kata Prof Wiku, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : Pandemi Menjadi Endemi Bukan Mission Impossible
“Dunia akan masuk endemi dan status pandemi dicabut WHO bila makin banyak negara yang kasusnya terkendali dan rendah,” sambungnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.