BREAKING NEWS
 

Bandara Juanda Dibuka, Khofifah Beri Perlindungan Ekstra Bagi Jamaah Umrah Lansia

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 14 Maret 2022 07:10 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembukaan PPIU dari Bandar Juanda di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/3).

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali memberangkatkan jamaah umrah via Bandara Internasional Juanda Surabaya, hari ini, Senin (14/3) dan Selasa (15 / 3). 

Sebanyak 7.000 jamaah umrah akan diberangkatkan menuju Jeddah. Jamaah umrah itu akan berangkat dengan  maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia.

Merespon hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, persiapan terus dikebut dan dikoordinasikan. Pemberangkatan hari ini  merupakan yang pertama sejak 2 tahun lalu. mempersiapkan dan memprioritaskan perlindungan Pelaku Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Jatim. 

"Koordinasi dengan para agen pelaksana umrah harus intensif. Karena peminat di Jatim sangat tinggi sekali. Termasuk Dinas Kesehatan Pemrov Jatim bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Surabaya terkait kepulangan juga harus intensif," ungkap Khofifah usai mimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pembukaan PPIU dari Bandar Juanda di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/3). 

Baca juga : Covid Melandai, Bandara Juanda Kembali Layani Ibadah Umrah

Menurut Khofifah, perlindungan ekstra hati-hati harus dilakukan pada jamaah yang masuk dalam kategori lansia serta lansia yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). Apalagi, pada dasarnya seperti diketahui bersama pandemi Covid-19 belum bisa disebut selesai, meskipun trennya melandai. "Maka kehati-hatian secara ekstra harus tetap dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan," tegasnya. 

Khofifah mengatakan, seiring Pemerintah Saudi Arabia yang telah menerbitkan peraturan yang tidak mengharuskan jamaah membawa hasil swab antigen / PCR, pada proses kepulangan jamaah tetap wajib swab di lokasi kedatangan jamaah umrah.

"Misalnya jika kedatangan akhir di  Juanda, nanti akan dilakukan swab di Juanda. Sambil menunggu swab jamaah menunggu di hotel yang telah di verifikasinKKP, PHRI dan Dinkes Provinsi," imbuhnya.

Adsense

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, sekali menunggu hasil swab terbit, jamaah akan beristirahat di hotel yang telah ditentukan oleh  KKP dan  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Di mana, sebanyak 27 hotel dengan total kapasitas 1.299 bed telah disiapkan oleh KKP, PHRI dan Dinkes Jatim serta telah disampaikan pula kepada Menkomarves Luhut Pandjaitan. 

Baca juga : Bandara Juanda Dibuka, Khofifah: Ini Jadi Kebangkitan Ekonomi Jawa Timur

"Jumlah hotel ini masih bisa bertambah ke depannya disesuaikan kebutuhan. Namun 27 hotel ini sudah terverifikasi dan masih cukup. Namun, antisipasi seiring bertambahnya jumlah penerbangan maskapai, bisa diexercise untuk menjadi 61 hotel. Saat ini hanya 27 yang terverifikasi," urai Khofifah. 

Selain itu, peningkatan jumlah jamaah haji umrah di bulan ramadan juga harus diantisipasi dengan ditingkatkannya jumlah jadwal penerbangan dari maskapai. "Hari ini ada perwakilan dari Garuda Indonesia dan Lion Air hadir, saya harapkan bisa bertambah jumlah penerbangannya. Karena minat masyarakat ibadah umrah di bulan Ramadan sangat tinggi," ucapnya. 

Berdasarkan data dari Lion Air di April, maskapai ini akan melakukan 2 kali penerbangan dalam satu minggu. Sehingga dalam satu bulan akan ada 8 kali keberangkatan jamaah. Untuk Garuda Indonesia sendiri di April akan melangsungkan 3 kali penerbangan umrah dalam satu bulan. 

"Kami sangat berharap jika ada penambahan jumlah jadwal penerbangan umrah dari maskapai yang tersedia. Baik ke Jeddah maupun Madinah. Karena peluang ibadah ini sangat diminati masyarakat apalagi menjelang ramadan," pungkasnya.  

Baca juga : Rayakan Hari Jadi ke 52, Sharp Berbagi Bersama Masyarakat Indonesia

Jamaah Umrah Naik Dua Kali Lipat 

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI ) BPD Jatim,  Nusra M Sufyan Arif mengatakan, bahwa jumlah jamaah umrah bertambah dua kali lipat di April. Sebanyak 3.000 hingga 4.000 warga Jawa Timur (Jatim) masuk daftar tunggu ibadah umrah di bulan Maret 2022. Angka itu terus bertambah tiap bulan. 

"Bulan April karena Bulan Ramadan, naik hingga 7000 untuk yang daftar Umrah. Angka ini bahkan meningkat 2 kali lipat dibanding Maret, karena Ramadan," kata Sufyan. [MFA] 
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense