Sebelumnya
Menurut @wulanndestriyana, meningkatnya penumpang transportasi sebagai pertanda baik; penyakit Covid-19 bisa terkendali dan kehidupan kembali lebih baik. Termasuk, roda ekonomi semakin berputar.
“Bismillah, uji coba transisi menuju endemi secara bertahap,” ujar @Ockyharno. “Semoga segera jadi endemi Covid-19 dan sehat semuanya,” harap @thebikeexplorer.
Akun @Yanoe_398 berharap, jumlah penumpang transportasi umum terus meningkat ke depannya. “Dan sebaliknya, kasus aktif Covid-19 semakin menurun,” ucapnya.
Baca juga : Pertamina Prioritaskan Transisi Energi
Akun @Linikini mengatakan, walaupun sudah ada pelonggaran aturan buat naik kereta jarak jauh, jangan sampai prokes diabaikan. “Nggak mau dong kembali lagi ke peraturan sebelumnya,” kata dia.
“Masyarakat kudu disiplin prokes ketat saat menggunakan transportasi umum, agar tidak ada penyebaran Covid-19,” imbau @nunungsetyawati.
Namun, @Agung_Prajoko khawatir dengan meningkatnya pengguna transportasi usai pelonggaran syarat perjalanan. Dia bilang, kebijakan pelonggaran biasanya diawali di sektor perhubungan. “Tahu-tahu selang beberapa waktu meletuslah Coronanya,” kenang dia.
Baca juga : Menuju Endemi, Ikhtiar Merdeka Dari Covid-19
Untuk itu, @dee_michaelis mengusulkan pengguna transportasi umum tetap wajib tes Covid-19; Antigen ataupun PCR. Sebab, penumpang berkumpul dalam ruangan yang sama dan dalam waktu yang lama. “Serem aja kalau kasus melonjak,” kata dia.
Akun @arie_nuary menimpali. Dia bilang seluruh penumpang sudah vaksin lengkap dan booster. Sehingga, tidak perlu lagi tes Antigen ataupun PCR.
“Semua transportasi meningkat karena sudah tidak ada syarat PCR dan tes antigen lagi,” katanya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.