BREAKING NEWS
 

Sekalipun Duet Potensial

Anies-AHY Kurang Dukungan

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 26 Maret 2022 08:00 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Diketahui, setelah kader Partai Demokrat DKI Jakarta, masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Tanah Air (GEMPITA) menggelar deklarasi di Pasar Raya Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (19/3). Mereka mendukung Anies-AHY berduet pada Pilpres 2024.

Alasan Gempita mendeklarasikan dukungan Anies-AHY karena keduanya layak menjadi pemimpin Indonesia. Anies berpengalaman birokrasi, sementara AHY dengan latar belakang militer berprestasi.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (Bappilu DPP) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani melihat, deklarasi ini sebuah usulan yang serius dan patut dihargai. “Ini cerminan keinginan perubahan yang kuat dari rakyat,” kata Kamhar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Barty Pensiun, Iga Swiatek Bisa Ranking 1 Dunia

Diakuinya, hasil sejumlah simulasi lembaga survei, duet Anies-AHY amat potensial dan ideal. Keduanya sama-sama berprestasi di bidangnya dan sudah dekat sejak lama. “Sama-sama cerdas, punya leadership kuat, berintegritas serta rekam jejak yang membanggakan. Chemistry mereka sudah kuat,” tuturnya.

Namun demikian, lanjut Kamhar, Partai Demokrat masih akan membuka komunikasi dengan semua pihak sebelum Pemilu 2024. Diakuinya, koalisi adalah keniscayaan agar dapat memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

Menanggapi perjodohan ini, AHY yang empat hari safari politik di Sumatera Barat, merespons positif. “Jika ada dukungan dan ada yang mendeklarasikan, maka kami menyambutnya dengan baik. Sebab itu aspirasi dari masyarakat,” kata AHY, di Padang, Sumatera Barat, Kamis (24/3).

Baca juga : Puan: Mungkin Saja

Namun demikian, AHY menilai, masih ada waktu 23 bulan lagi menjelang Pilpres 2024. Semuanya dapat berubah dan amat dinamis. Partai Demokrat, kata AHY mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah partai, juga dengan tokoh nasional menjelang Pilpres 2024. Mengingat ketentuan ambang batas pencalonan presiden 20 persen, maka Demokrat harus mencari koalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung calon dalam Pilpres.

Diakuinya, tanpa dipublikasi di media, ia selalu berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan partai dan banyak tokoh. Diingatkannya tak ada yang tidak mungkin. Apalagi situasi politik Indonesia amat cair. Dulu koalisi nanti bisa saja bersaing. Dulu bersaing nanti bisa saja berkoalisi. Karenanya, AHY meminta seluruh kader Demokrat fokus menggeber mesin politik partai.

Diketahui, hasil survei Capres teranyar Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan pada 11-17 Maret 2024, Anies bertengger di peringkat pertama dengan raihan 21,2 persen. Disusul Ganjar Pranowo 18,6 persen, Prabowo Subianto 16,4 persen, dan AHY sebesar 9,8 persen.

Baca juga : Itik Gunsi PKC Potensial Dikembangkan Di Indonesia

Selebihnya, sejumlah nama tokoh-tokoh nasional seperti Ridwan Kamil, Sandiaga Uno hingga Puan Maharani tercatat masih memiliki elektabilitas di bawah 5 persen. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense