BREAKING NEWS
 

Pola Asuh Buruk Bisa Sebabkan Stunting

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 28 April 2022 14:36 WIB
Ilustrasi stunting. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) melihat pola asuh yang buruk merupakan penyebab utama tingginya angka stunting di daerah.

Direktur Program CISDI Egi Abdul Wahid mengatakan, saat ini Indonesia masih darurat stunting terutama di daerah terpencil. Penyebab terjadinya stunting di sejumlah daerah didominasi akibat pola asuh yang buruk.

Baca juga : Puan Apresiasi Wajah Baru Kawasan Gunung Kemukus

Bahkan, ada beberapa daerah atau kelompok keluarga yang secara finansial cukup namun tidak memberikan pola asuh yang baik sehingga sumber daya yang mereka miliki tidak bisa meningkatkan status gizi anak yang kemudian menyebabkan stunting.

"Ada beberapa daerah yang mungkin secara pasokan makanannya tidak ada dan biasanya daerah tersebut juga memiliki pola asuh yang buruk. Lalu ada juga daerah yang cukup ketersediaannya, tetapi pola asuhnya buruk. Ini rentan stunting, apalagi daerah yang pola asuhnya buruk dan tidak memiliki persediaan makanan," katanya dalam keterangan resminya, Kamis (28/4).

Baca juga : Sekolah Pilot Cilacap Kembangkan Sayap Ke Vietnam

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), daerah dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Indonesia adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencapai 48,3 persen.

Menurutnya, pola asuh yang buruk ini juga dipengaruhi oleh letak geografis, seperti daerah-daerah terpencil sehingga warganya mendapatkan informasi dan edukasi mengenai pola asuh yang terbatas.

Adsense

Baca juga : Jokowi: Usut Tuntas Kasus Migor, Biar Ketahuan Siapa Yang Main

Dari sisi edukasi, kata Egi, karena ketersediaan sumber daya manusia di bidang kesehatan minim dan saat itu belum banyak jaringan internet yang masuk sehingga masyarakat merasa tidak ada masalah dengan anaknya.

"Anaknya kurus atau anaknya tidak sesuai tinggi badan di usianya itu mereka anggap biasa atau karena keturunan,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense