Sebelumnya
Padahal, kata dia, kalau di Jakarta ada budaya kirim-kirim makanan. “Bumbu-bumbunya udah naik semua. Telur juga sama. Padahal biasanya hari-hari gini telur udah turun. Tapi ini sama aja,” ucapnya.
Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira angkat suara soal kenaikan harga bahan pokok. Dia meminta, pemerintah mengecek seluruh jalur distribusi. Jangan sampai kecolongan dari mafia pangan yang mengambil margin keuntungan terlalu tinggi. Pemerintah juga harus menjaga pasokan.
Baca juga : Harga Daging Sapi Melonjak Jelang Lebaran, Gubernur Sumbar Minta Bulog Tambah Pasokan
“Kalau memang beberapa harga komoditas itu impor, maka harus dilakukan mitigasi. Khususnya impor gandum, bawang putih, daging sapi yang memang tinggi impornya. Jadi perlu dilakukan mitigasi untuk cari negara alternatif asal impor yang siap pasok,” jelas Bhima saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurutnya, pemerintah juga perlu meningkatkan produksi. Khususnya beras. Bulog harus membeli gabah di level petani dengan harga yang lebih tinggi. “Bulog juga harus terlibat di jalur distribusi, sekalipun itu urusan minyak goreng. Tujuannya untuk memastikan barangnya memang sampai ke tangan konsumen akhir,” tukasnya.
Baca juga : Waspada Bunga The Fed Naik, Rupiah Tumbang Pagi Ini
Netizen pun ikut kesal dengan kenaikan harga bahan pangan jelang Lebaran ini. “Pikiran ibu-ibu bertambah kalau udah ke pasar ternyata harga bahan pokok naik haha,” tulis @bundaskies_95. “Naiknya banyak banget kak,” timpal @breezejenn_ “Apes bener Lebarannya,” ucap @adiesulistjio.
Akun @suroomenggolo meledek orang-orang yang rajin kerja, tapi tidak sejahtera karena harga bahan pangan naik terus. “Banyak orang kampung dari pagi sampai sore baru pulang kerja bro. Mereka nggak kaya-kaya. Yang ada ngeluh karena semua bahan pokok hampir rata-rata naik. Kurang gimana mereka rajin kerja hufftt,” sindir dia.
Baca juga : Muhibah Budaya Jalur Rempah Susuri 6 Titik Pelayaran Bersama KRI Dewaruci
Bagaimana tanggapan pemerintah? Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengatakan, per 28 April 2022 atau H-4 menjelang Idul Fitri, rata-rata harga nasional bahan pokok masih stabil dan stoknya terjaga dengan aman,” ujar Lutfi.
Lutfi mengatakan, pantauan harga dan ketersediaan stok tersebut itu lakukan setiap hari di 34 provinsi untuk menjaga harga barang kebutuhan pokok, khususnya menjelang Idul Fitri. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.