BREAKING NEWS
 

Jadi Persoalan Global, Tak Lagi Dianggap Biasa

Urusan Hepatitis Akut Sudah Mirip Covid-19

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Senin, 9 Mei 2022 07:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: Antara/Didik Suhartono)

 Sebelumnya 
Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho menilai, publik masih bingung bagaimana menyikapi penyakit yang belum diketahui penyebabnya ini.

“Kami lihat panduan dari Kemenkes masih normatif, jaga kebersihan. Tapi masyarakat butuh informasi lebih lanjut dan butuh diberi informasi secara berkelanjutan agar tidak cemas dan ketika misalnya harus siap, mereka tahu apa yang harus dilakukan,” bebernya.

Di tengah keterbatasan informasi, dia khawatir, hoax dan teori konspirasi mengenai hepatitis akut akan masuk dan menyebar lantaran bahasa yang dipakai ‘mengena’ sehingga orang mudah percaya.

Baca juga : Waspada! Hoaks Yang Kaitkan Hepatitis Misterius Dengan Vaksin Covid-19

Salah satu misinformasi yang muncul yaitu hepatitis akut disebabkan oleh vaksin Covid-19 yang menggunakan vektor adenovirus seperti AstraZeneca.

Pantauan Mafindo, setidaknya ada dua kelompok yang mencetuskan dan mengkonsumsi misinformasi tersebut. Pertama, kalangan anti-vaksin di Indonesia.

“Mereka menggunakan informasi hepatitis sebagai bukti ini dampak buruk orang yang menerima vaksin Covid-19. Vaksin yang berbasis adenovirus dikaitkan dengan fenomena hepatitis akut,” terangnya.

Baca juga : DPRD Desak Dinkes DKI Sigap Antisipasi Hepatitis Akut

Kedua, kalangan anti-vaksin dari negara Barat. Menurutnya mereka ini sebetulnya tidak anti-vaksin, tapi anti-vaksin Barat.

“Tapi mereka percaya vaksin dari China. Nah, mereka mengambil isu ini sebagai bukti ‘ngapain pakai vaksin berbasis adenovirus. Jangan mau divaksin dari Barat’,” katanya.

Eko Nugroho khawatir, serangan hoax maupun misinformasi soal hepatitis akut akan sama seperti Covid-19 mula-mula melanda Indonesia pada 2020.

Baca juga : ASDP Pastikan Sarana Dan Prasarana Angkutan Lebaran Sudah Siap

Kala itu Indonesia menjadi negara nomor lima yang paling banyak penyebaran teori konspirasi Covid-19. Setidaknya ada 1.060 hoax seputar virus Corona dalam rentang Januari 2020 hingga Juli 2021.

“Ini bisa jadi akan berulang kalau kita nggak belajar dari tahun 2020. Saya rasa, ketika situasi masih awal, Kemenkes, Kominfo perlu bekerja sama membuat langkah agar masyarakat tidak terpengaruh hoax,” sarannya. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense