BREAKING NEWS
 

Waspadai Modus Begal Rekening, 5 Menit Uang Raib!

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Rabu, 15 Juni 2022 15:58 WIB
Foto Ilustrasi: Istimewa

 Sebelumnya 
Setelah memberikan akses data pribadi, pelaku langsung mengambil seluruh data yang diberikan, sebelum korbannya sadar bahwa ia telah ditipu dan telah memberikan akses terhadap data pribadi kepada orang yang tidak dikenal.

Adsense

"Serangan social engineering dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti melalui telepon, file yang di download, popup palsu, hingga yang paling sering, link palsu," jelasnya.

Ia memaparkan, ciri modus soceng yang marak terjadi saat ini yaitu,

1. Info Perubahan Tarif

Baca juga : Pegadaian: Waspada Modus Baru Penipuan Lelang Online Via Telegram

Penipu akan menghubungi korban soal info perubahan tarif transfer. Setelah korban menolak perubahan tarif transaksi baru pelaku akan mengirimkan link untuk mengisi data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

2. Tawaran Menjadi Nasabah Prioritas.

Penipu menawarkan jasa upgrade menjadi nasabah BCA Solitaire dan Prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp.

Nasabah tertarik terhadap tawaran tersebut, lantaran promosi yang cukup menggiurkan berupa rendahnya ketentuan minimal tabungan, yang harus dimiliki nasabah bank reguler untuk meningkatkan tabungan menjadi Prioritas maupun Solitaire, salah satunya hanya Rp 10 juta.

Baca juga : Ramdani Dan Ardi Idrus Bakal Bikin Bali United Makin Kokoh

3. Akun Sosmed Customer Service Palsu.

Akun-akun palsu itu muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya. Sehingga diarahkan ke website palsu pelaku.

4. Tawaran Menjadi Agen Laku Pandai.

Saat ini juga terdapat akun di sosial media yang menawarkan menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Pelaku akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC.

Baca juga : Waspada Bunga The Fed Naik, Rupiah Tumbang Pagi Ini

Pada Juli 2021, Anti Phishing Working Group mencatat terdapat 260.642 serangan phishing, yang menyerang berbagai industri. Mulai dari logistik, media sosial, finansial, hingga webmail. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense