BREAKING NEWS
 

Peserta Capai 12,8 Juta Orang

Jokowi Harap Kartu Prakerja Terus Dievaluasi, Dikoreksi & Diperbaiki

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 18 Juni 2022 07:07 WIB
Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan para alumni penerima Kartu Prakerja dari seluruh Indonesia, di SICC, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6). (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo mengapresiasi program Prakerja yang diluncurkan saat Indonesia mengalami situasi sulit di awal pandemi Covid-19. Program ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, pengalaman, dan keterampilan penerima program melalui berbagai macam pelatihan yang ditawarkan.

Hal ini disampaikan Presiden saat bersilaturahmi dengan Alumni Penerima Kartu Prakerja, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6).

“Saya sangat apresiasi. Yang daftar sampai saat ini sudah 115 juta, yang terverifikasi 84 juta, yang diterima 12,8 juta orang. Besar sekali. Ini angka yang tidak kecil. Sebanyak 12,8 juta orang yang produktivitasnya meningkat, skill-nya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat,” ujarnya.

Baca juga : BP2MI: 30 PMI Telah Berhasil Dievakuasi Dari Ukraina

Presiden mengungkapkan, keberhasilan program Kartu Prakerja ini tidak dapat terwujud tanpa pemanfaatan platform digital yang dihasilkan oleh anak-anak muda Indonesia.

Adsense

“Seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tidak ada yang lewat uang itu. Anggaran itu ke kementerian, ke provinsi, ke kabupaten, ke kota baru ke peserta. Ini langsung dari Menteri Keuangan transfer langsung ke peserta, coba,” ujarnya dikutip akun setkab.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, sebanyak 88,9 persen peserta Kartu Prakerja menyatakan dapat meningkatkan keterampilannya.

Baca juga : Program Berlanjut, Airlangga Pastikan Kartu Prakerja Punya Manfaat Luas

“Saya mengapresiasi Pak Menko beserta seluruh tim. Kita harapkan terus dievaluasi, dikoreksi, diperbaiki,” ucapnya.

Presiden menambahkan, di tengah situasi sulit dan ketidakpastian global saat ini bangsa Indonesia dituntut untuk produktif.  

Oleh sebab itu,  upskilling dan reskilling sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi bangsa Indonesia.

Baca juga : Anggaran Pilkada Dan Pemilu Harus Dievaluasi Dan Diawasi

“Kuncinya kemajuan negara ini adalah di sumber daya manusia, bukan di sumber daya alam. Sumber daya alam banyak, tetapi kalau SDM-nya tidak mendukung enggak ada artinya.,” pungkasnya.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense