RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo diminta untuk menjadi dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur. Dia diminta mengajar materi kuliah seputar ekonomi dan kewirausahaan untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis sekaligus secara berkala memberikan kuliah umum kebangsaan seputar bela negara untuk seluruh mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.
Kuliah umum nanti membahas tentang jiwa semangat nIlai-nilai perjuangan 1945 yang di dalamnya juga memuat materi vaksinasi ideologi berupa Empat Pilar MPR yang terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Sebelum di UPN Veteran Jawa Timur, politisi yang akrab disapa Bamsoet ini telah dipercaya menjadi dosen tetap dengan perjanjian di Universitas Terbuka. Di sana dia mengajar dua mata kuliah, Kebijakan Bisnis dan Pengantar Bisnis.
Baca juga : Jokowi Bakal Jadi Pemimpin Asia Pertama Kunjungi Ukraina
Kepercayaan menjadi dosen yang mengajar seputar ekonomi dan kewirausahaan di dua kampus negeri tersebut, UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Terbuka, tidak lepas dari latar belakang Bamsoet sebagai pengusaha. Sehingga bisa memberikan pemahaman seputar dunia ekonomi nasional dan global, bukan hanya dari sisi teori melainkan juga dari sisi praktik. Tak hanya dari sisi idealita, melainkan juga dari sisi realita.
"Sebuah kehormatan bisa bergabung dalam keluarga besar UPN Veteran Jawa Timur. Mempersiapkan lahirnya para wirausaha yang tidak hanya cerdas secara keilmuan dan praktik ekonomi, melainkan juga memiliki semangat nasionalisme bela negara yang tinggi,” ucap Bamsoet menerima jajaran rektorat UPN Veteran Jawa Timur, di Jakarta, Rabu (22/6). Turut hadir antara lain, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof Akhmad Fauzi, dan Wakil Rektor I UPN Veteran Jawa Timur Sukenda. Hadir pula Kepala Pelatihan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Mayjen TNI (Purn) Nono Sukarno.
Bamsoet menambahkan, saat ini dunia semakin terbuka, transparan, dan menjadi satu, the borderless world. “Untuk menguatkan kedaulatan bangsa agar tetap berdiri tegak, harus didukung entrepreneurs yang tangguh, yang mendahulukan kepentingan bangsanya diatas kepentingan apapun," jelasnya.
Baca juga : Bamsoet: Ground Breaking Sirkuit Bintan Akan Dilakukan Jokowi
Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, kewirausahaan menawarkan potensi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya lapangan pekerjaan. Sayangnya, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2020 rasio tingkat kewirausahaan (UMKM) terhadap jumlah penduduk di Indonesia saat ini masih belum optimal, baru mencapai 3,5 persen. Masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura 8,7 persen dan Malaysia 5 persen.
"Tingkat kewirausahaan yang rendah di suatu negara berkontribusi pada kurangnya lapangan pekerjaan dan peningkatan jumlah pengangguran. Mayoritas pengangguran di Indonesia terjadi dikalangan lulusan SMA/SMK dan sarjana. Data Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 menunjukkan pengangguran dari lulusan perguruan tinggi mencapai 5,8 persen. Bahkan pengangguran terdidik dari tahun ke tahun semakin meningkat dan mendominasi, hal tersebut perlu segera dicarikan solusi," jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum SOKSI ini menerangkan, dari berbagai hasil penelitian menunjukkan lulusan perguruan tinggi lebih banyak sebagai pencari kerja, tidak menciptakan lapangan pekerjaan. Hal tersebut juga disebabkan banyak perguruan tinggi lebih menyiapkan mahasiswanya untuk cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan membuat lapangan pekerjaan.
Baca juga : Bamsoet Didapuk Jadi Penasihat Garuda International Cup II
"Pola pikir mahasiswa yang beranggapan bahwa sebagai lulusan perguruan tinggi harus mendapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi harus diubah. Begitu juga dengan para orang tua yang menginginkan anaknya menjadi pekerja di perusahaan ternama atau sebagai pegawai negeri sipil masih cukup mendominasi. Sebagai lulusan perguruan tinggi harusnya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang didapatkan," pungkas Bamsoet.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.