Sebelumnya
Menurut @AnthonyBudiawan, kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan berakibat fatal. Rupiah tembus Rp 15 ribu per dolar AS. Karena inflasi per Juni 2022 sudah capai 4,35 persen: lebih tinggi dari target 2-4 persen. Inflasi pangan lebih tinggi lagi: 8,26 persen.
“Kalau suku bunga tetap tidak naik, rupiah segera tembus Rp 15.500,” ungkapnya.
Akun @iwan_ibra menunggu gerak cepat Pemerintah kembali memperkuat nilai tukar rupiah. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi atas melemahnya rupiah terhadap dolar.
Baca juga : Sah, Pengelolaan Bandara Kualanamu Diserahkan Ke Angkasa Pura Aviasi
“Selain itu, bagaimana menghadapi harga-harga kebutuhan pokok yang meroket,” tuturnya.
Akun @Ki_Yang303 mengatakan, selama tidak ada respons cepat dari Pemerintah, maka tidak ada harapan ekonomi Indonesia bakalan bangkit. Saat ini, diam-diam rupiah sudah tembus ke angka Rp 15 ribu per dolar. “Apakah ini tanda kebangkrutan semakin tampak,” tanya dia.
Akun @DarmaAj56903967 khawatir beban masyarakat menengah-miskin semakin besar dengan melempemnya nilai tukar rupiah.
Baca juga : Ekonomi Masih Aman Kan?
Akun @asboediono_id mengatakan, beban Republik ini semakin berat dalam membayar kembali utang negara.
Akun @Mujalba mengatakan, harga barang akan semakin tinggi akibat kurs rupiah terhadap dolar semakin melemah. Ditambah, ada pengaruh permainan harga pada tingkat produsen. “Misalnya harga semen, besi dan barang-barang manufaktur lainnya,” katanya.
Akun @Tehtarik_mantap mengungkit kembali janji kampanye salah satu pendukung Presiden Jokowi. Saat itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar dijanjikan hanya Rp 10 ribu. “Ternyata hanya bualan belaka,” ujarnya.
Baca juga : Ratusan Masyarakat Demak Deklarasikan Dukungan Buat Sandiaga Uno
Sementara, @hace.e mengatakan, kondisi yang saat ini dirasakan Indonesia juga dialami oleh negara lain. “Yen juga melemah, dari 110 yen menjadi 135 yen per dolar,” ujarnya.
“Iya, ada euro yang kemarin turun ke titik terlemah mereka sekitar 1,03 euro per dolar AS semenjak 2002,” ungkap @iris.co.id.
“Sekali lagi, dampak perang itu nyata terhadap pelemahan nilai mata uang. Tapi masyarakat kita banyak yang nggak percaya,” tukas @fariz_rez. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.