Sebelumnya
Akun @AnastasiaAyupp mengingatkan, resesi dan inflasi menghantaui masyarakat Indonesia. Dia meminta masyarakat pintar mengalokasikan dana dan menyimpan uang.
“Rakyat bergaji rendah sangat terdampak dengan inflasi. Jadi apa susahnya bila gaji pejabat dipotong,” saran @ Ctfkop.
Menurut @Lintang_rizki, karyawan yang gajinya UMR, honorer, pencari kerja menangis dengan naiknya inflasi. Sebab, kerja tidak kerja kebutuhan harian tetap jalan.
Baca juga : Swasta Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
“Ini berita buruk bagi kaum menengah yang paling merasakan dampak, karena tidak masuk kategori miskin, namun juga nggak kelebihan harta,” kata dia.
Akun @AlbertSolo2 menuturkan, para pengusaha di Indonesia sangat khawatir dengan inflasi Juli pada tahun ini yang naik menjadi 4,94 persen. Bahkan, lebih tinggi dari inflasi Oktober 2015.
“Mereka lebih memilih mempertahankan karyawan yang lama daripada harus membuka lowongan untuk rekrutmen karyawan yang baru,” kata dia.
Baca juga : Menhub Ajak Swasta Kembangkan Bandara Komodo
Akun @DitjenAnggaran mengatakan, inflasi yang memang tidak bisa dihindari, sebab adanya kondisi geopolitik dan pasca pandemi. “Namun, @KemenkeuRI tidak tinggal diam dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” katanya.
“Apapun yang terjadi, masyarakat harus tetap bahagia walaupun inflasi meroket,” kata @Andri_Denso.
Akun @prastow menegaskan, Pemerintah berusaha mengendalikan inflasi. Makanya, harga pertalite tetap disubsidi, listrik dan elpiji juga. “Memang belum ideal, tapi semua sedang berupaya,” kata dia.
Baca juga : Genjot Pembiayaan, WOM Finance Bikin Undian Berhadiah
Namun, @pakmul63 kesal dengan Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat sudah bersusah payah menjaga tingkat inflasi dan daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan BBM dan gas subsidi, tapi beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) malah menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon 3 kg.
“Arogan sekali. Pemerintah harus menertibkan,” tegasnya. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.