Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kadin Kolaborasi Dengan UNDP

Swasta Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 22 Juli 2022 06:20 WIB
Salah satu pemanfaatan teknologi terbarukan dalam menghasilkan listrik. (Foto: Istimewa).
Salah satu pemanfaatan teknologi terbarukan dalam menghasilkan listrik. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP), melakukan aksi bersama memajukan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), melalui peningkatan keterlibatan sektor swasta.

Melalui kerja sama ini, Ka­din dan UNDP akan mempro­mosikan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan hijau, serta merumuskan pembiayaan untuk aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Umum Kadin Indone­sia Arsjad Rasjid mengatakan, dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU), akan membuka jalan bagi swasta lebih berperan untuk mendu­kung Indonesia mencapai 17 tujuan SDGs, yang tertuang dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

“Sektor swasta selalu men­jadi mesin penting pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kini, kami siap menjadi bagian dari solusi pencapaian SDGs,” kata Arsjad dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Lewat Restorasi Lahan, Sang Hyang Seri Siap Sejahterakan Petani

Menurutnya, kolaborasi Kadin dengan UNDP juga berpotensi meningkatkan ekosistem untuk agenda pembangunan yang inklusif dan hijau.

Sektor swasta ke depan­nya juga dapat mengakses, menghasilkan pengetahuan dan mendapatkan praktik terbaik, yang sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan.

Arsjad mengatakan, Kadin dan UNDP akan mendorong kontri­busi sektor swasta yang lebih kuat terhadap SDGs dalam inisiatif utama. Misalnya, memfasilitasi investasi hijau pada transisi sek­tor swasta menuju energi bersih. Serta mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi lebih tahan terhadap guncangan bencana sosial dan ekonomi di masa depan.

 

Selain itu, komitmen ini juga mengadvokasi praktik hak asasi manusia dalam operasi bisnis. Serta kepatuhan terhadap prin­sip-prinsip ESG (Environmental Social Governance) Tata Kelola Sosial Lingkungan Hidup.

Berita Terkait : ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 5,2 Persen

Khususnya meningkatkan jaringan investor sosial, serta berbagi pengetahuan melalui platform kerja sama multi-na­sional regional. Seperti Forum Negara Kepulauan dan Pulau/Archipelagic & Island States Forum (AIS Forum).

“Komitmen kami juga men­cakup upaya pengembangan skema pembiayaan inovatif. Seperti blended finance dan im­pact investment untuk memper­cepat pencapaian SDGs dengan sektor swasta,” jelas Arsjad.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura mengatakan, kesepakatan antara Kadin dan UNDP menandai babak penting dalam mempro­mosikan praktik keberlanjutan di dunia usaha Indonesia. Serta mendorong pengintegrasian prinsip-prinsip inklusif dan hijau ke dalam operasi bisnis.

Menurut Norimasa, keber­lanjutan akan menghadirkan strategi win-win bagi dunia usaha untuk maju.

Berita Terkait : Titah Presiden Kepada Mentan: Siapkan Kebutuhan Gula Nasional

“Kolaborasi kami dengan Kadin akan semakin mendorong agenda keberlanjutan. Karena kami mengantisipasi banyak usaha, termasuk UMKM. Agar turut mengadopsi model usaha yang inklusif serta hijau dan nol emisi,” tuturnya.

Dia juga memastikan, tujuan bersama UNDP dan Kadin, yakni menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi Indo­nesia melalui inovasi, untuk mendorong upaya pembangunan berkelanjutan. [NOV]